Jelang Lebaran, Tim Terpadu Pengawasan Ternak Sweeping Perbatasan Makassar

Tim Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Ternak saat menggelar sidak atau sweeping di perbatasan Makassar-Maros-Gowa.

Tim Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Ternak saat menggelar sidak atau sweeping di perbatasan Makassar-Maros-Gowa.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Jelang Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah yang akan dirayakan beberapa hari lagi, Tim Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Ternak gencar lakukan pengawasan atai sweeping, khususnya di wilayah perbatasan Kota Makssar.

Seperti yang dilakukan Tim Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Ternak pada Selasa (20/6/2017) malam hingga Rabu (21/6/2017) dini hari. Tim Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Ternak terdiri dari petugas teknis dan dokter hewan Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, unsur TNI dari koramil, polisi dari polsek, Satpol PP dan Tim dari Intel Polda Sulsel.

Titik yang menjadi fokus pengawasan adalah di perbatasan Kota Makassar-Kabupaten Maros dan Makassar-Kabupaten Gowa.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengecek kelengkapan dokumen yang wajib dimiliki berupa kartu ternak dan surat kesehatan hewan dari daerah asal, surat pengantar dari lurah/desa setempat.

Sementara untuk daging harus memiliki surat keterangan RPH/RPU/TPU dari daerah asal. Tim lalu mengecek kesesuaian dokumen dengan ternak serta mengecek kondisi ternak/daging yang diangkut.

Jika ditemukan sapi yang dibawa tidak memenuhi syarat baik persuratan maupun kesehatan ternak, tidak akan diperkenankan masuk ke wilayah Kota makassar dan tidak boleh masuk ke RPH Tamangapa.

Jika diindikasi berbahaya bagi kesehatan masyarakat akan disita. Petugas juga menurunkan dari atas mobil ayam yang mati diperjalanan untuk mencegah penjualan ayam tiren.

Kadis DK2 Kota Makassar Abd Rahman Bando menjelaskan, tujuan digencarkannya inspeksi mendadak (sidak) adalah mengingat beberapa hari lagi akan Hari Raya Idul Fitri 1438 H dimana kebutuhan dan permintaan daging akan meningkat untuk konsumsi dihari raya. “Karena tingginya permintaan tersebut dikhawatirkan ada oknum-oknum nakal yang tidak bertanggung jawab yang coba memasukkan daging atau pangan asal hewani yang tidak layak dikonsumsi,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini sebagai bentuk kesiagaan guna tetap waspada mengantisipasi penyebaran penyakit berbahaya dan untuk mengetahui asal muasal ternak yang akan masuk Makassar.

Abd Rahman Bando juga menegaskan bahwa sidak ini demi memberi rasa aman bagi masyarakat kota Makassar yang akan mengkonsumsi pangan asal hewani. Oleh karena itu pihaknya bersama tim akan bertindak tegas untuk itu. Kegiatan ini akan dilakukan secara berkala dan diwaktu-waktu yang tidak ditentukan.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds