Walikota Parepare Serahkan Zakat Senilai Rp 203 Juta ke 790 Mustahiq

Walikota Parepare, HM Taufan Pawe menyerahkan zakat ke Kepala Baznas, Rabu (21/6/2017).

Walikota Parepare, HM Taufan Pawe menyerahkan zakat ke Kepala Baznas, Rabu (21/6/2017).

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Parepare menyerahkan bantuan zakat, infaq dan shadaqah sebesar Rp 203 juta kepada 790 mustahiq.

Zakat itu diserahkan langsung Walikota Parepare HM Taufan Pawe dan disaksikan oleh Kepala Perwakilan Kementrian Agama Kota Parepare, di Gedung Barugae, Rabu (21/6/2017).

Bantuan zakat, infaq dan shadaqah yang diberikan kepada 790 mustahiq, terdiri dari, 440 orang fakir miskin dengan total dana Rp 132 juta, 250 bagian Amil dengan dana Rp 25 juta, muallaf miskin 50 orang sebesar Rp 15 juta, dan ibnu sabil Rp 20 juta.

Ketua Pengurus Baznas Kota Parepare Moh Djunaid mengatakan, tahun ini jumlah dana yang disalurkan tergolong meningkat dibanding pada tahun sebelumnya. Hal itu katanya menjadi indikator jika masyarakat Parepare sudah makmur.

“Jumlah dana zakat yang kita salurkan tahun ini meningkat, hanya saja belum merata, sehingga dengan zakat ini kita ratakan,” kata Djunaid.

Djunaid mengaungkapkan, jika Parepare ke depan bisa disebut sebagai kota zakat.

“Parepare bisa dikatakan sebagai kota zakat, karena dari tahun ke tahun ada peningkatan dana zakat yang terkumpul,” kata dia.

Sementara Walikota Parepare HM Taufan Pawe mengatakan, untuk mengoptimalkan pendayagunaan dan pendistribusian dana zakat, pihaknya mencanangkan program zakat profesi.

Melalui zakat profesi tersebut kata Taufan Pawe, akan menjadi potensi dalam mensejahterakan masyarakat. Pasalnya, jika setiap bulan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Parepare dengan sukarela mengeluarkan zakat, maka dana zakat akan terkumpul hingga Rp 400 juta lebih perbulannya.

“Jumlah ini jauh lebih besar potensinya dibandikan dalam setahun yang disalurkan hanya Rp 200 juta lebih,” terang Taufan Pawe.

Taufan juga optimis, jika pernyataan Ketua Baznas perihal Parepare sebagai Kota Zakat akan terwujud, apabila pengelolaan dan penyalurannya tepat.

“Jika demikian, bahkan kita bisa memberikan bantuan modal usaha kepada fakir miskin,” tandas Taufan Pawe.

(sps/pemkotpare/pojoksulsel)



loading...

Feeds