Jelang Lebaran, Distro “Tumming-Abu” Laris di Buru Pembeli

Tumming dan Abu | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Tumming dan Abu | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, anak muda di Makassar, mulai “berburu” baju Lebaran. Sejumlah distro dan toko pakaian pun dipadati pembeli. Tidak hanya merk-merk ternama yang menjadi buruan, distro dengan konten lokal khas Makassar juga menjadi incaran untuk dipakai saat Lebaran nanti.

Salah satu di antaranya adalah distro Bajiki Store dengan ambassadornya yang tidak asing lagi, Tumming-Abu. Bajiki adalah salah satu distro baju kaos yang memproduksi dan menjual baju kaos dengan desaign bahasa-bahasa Makassar.

Saat pojoksulsel.com berkunjung pada Selasa (20/6/2017) malam, distro ini sangat ramai pembeli, bahkan diakui penjualan baju meningkat hingga 300 persen.

Bila hari biasa mereka mampu menjual 50 lembar kaos perhari, pada hari-hari jelang lebaran penjualan baju mereka bisa mencapai 200 lembar perharinya.
Karena tingginya pesanan saat bulan Ramadan, waktu produksi baju kaos khas Makassar ini juga bertambah.

Kaos-kaos yang dipajang di ruko Jalan Monumen Emy Saelan No 103, Makassar, Sulawesi Selatan itu tak hanya terkesan konyol. Beberapa desain kaos juga bernuansa kritik serta dekat dengan kebiasan-kebiasan dalam sehari-hari yang akan mengundang senyum bahkan tawa saat membacanya.

Selain itu, tampilan desain yang selalu segar dan baru adalah daya tarik tersendiri dari Bajiki. Tak heran jika produksi baju kaos di tempat ini mampu bersaing dengan produk-produk distro yang datang dari Pulau Jawa seperti Bandung dan Surabaya.

Kaos yang juga sempat dijadikan official merchandise film lokal Makassar, Uang Panaik ini juga dapat menjadi oleh-oleh bagi pendatang dari luar kota makassar.

Untuk harga, Bajiki memberi kirasan harga Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu per kaosnya, harga itu belum termasuk diskon saat jelang hari raya seperti saat ini.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds