Rahasia Orgasme, Coba Simak Ini

Ilustrasi

Ilustrasi

TUBUH perempuan merupakan sebuah misteri yang wajib dijelajah. Saat bercinta, pria harus menstimulasi setiap bagian agar memuaskan pasangannya. Hanya sekadar bercinta bukan menjadi kebutuhan perempuan, akan tetapi membuat perempuan mencapai orgasme adalah pekerjaan rumah yang paling sulit.

Ada berbagai fakta menggairahkan seputar orgasme dan tubuh perempuan. Fakta-fakta ini banyak yang belum diketahui, seperti dilansir Boldsky.

Orgasme Meringankan Rasa Sakit
Sesi bercinta yang penuh gairah dapat mengurangi rasa sakit. Hal itu terjadi saat mencapai klimaks di tengah momen bercumbu. Studi mengungkapkan bahwa orgasme dapat meredakan berbagai jenis rasa sakit, yang meliputi rasa sakit akibat artritis, nyeri setelah operasi atau bahkan rasa sakit saat melahirkan. Alasannya, pelepasan zat kimia yang disebut oksitosin selama orgasme dapat membantu meringankan rasa sakit.

Kondom Tak Pengaruhi Orgasme
Mitos pemakaian kondom disebut-sebut dapat memengaruhi kualitas orgasme. Sebetulnya, perempuan cenderung bisa merasakan orgasme dengan kondom atau tanpa kondom.

Tak Semua Perempuan Punya G-Spot
Are paling sensitif (G-spot) paling sulit ditemukan. Ini adalah area sensitif di dinding anterior vagina dan bisa mengeluarkan lubrikasi. Sebagian besar peneliti telah memperdebatkan kehadiran G-spot. Namun, menurut penelitian, ukurannya berbeda antara satu perempuan dengan yang lain.

Orgasme Menutup Bagian Otak Perempuan
Ketika perempuan mengalami orgasme, sebagian otak mereka seolah mati. Hal itu terjadi pada area di belakang mata kiri, yang disebut korteks orbitofrontal lateral.

Waktu Orgasme Hanya 20 Detik
Rata-rata waktu perempuan mengalami orgasme tidak lebih dari 20 detik. Otot di dalam rahim, vagina, anus dan panggul berirama berkontraksi setiap 0,80 detik, yang membantu dalam menentukan waktu rata-rata.

Faktor Sosial Dan Lingkungan Pengaruhi Orgasme
Faktor-faktor seperti lingkungan, keadaan pikiran dan bahkan tingkat stres dapat dengan mudah memengaruhi kemampuan mereka untuk mencapai klimaks. Terkadang, kesenangan seorang wanita sering dipandang sebagai hal sekunder bagi pria. Jadi, untuk mencapai orgasme dan mengatasi tekanan, mereka perlu berkomunikasi secara terbuka dengan pasangannya.

Ada 4 Jenis Orgasme
Menurut para peneliti, orgasme terdiri dari empat jenis. Yaitu, Klitoris, Vagina, Blended dan Multiple. Orgasme klitoris terjadi ketika klitoris distimulasi dengan baik. Sementara orgasme vagina dikaitkan dengan G-spot. Di sisi lain, orgasme campuran selalu mengalami keduanya (orgasme klitoris dan orgasme vagina) bersama pada saat bersamaan. Dan Multiorgasme, adalah orgasme yang dirasakan berkali-kali.

30 Persen Perempuan Berjuang Meraih Orgasme
Menurut peneliti, sekitar 30 perempuan berjuang mencapai orgasme saat bercinta. Sekitar 80 persen perempuan mengalami kesulitan dengan orgasme dari hubungan bercinta vagina saja.

Usia Makin Bertambah Lebih Cepat Orgasme
Seorang perempuan lebih baik dan menjadi lebih mudah mencapai orgasme seiring bertambahnya usia. Sebuah survei mengungkapkan bahwa perempuan yang berusia 18-24 mengalami orgasme 60 persen, sementara perempuan berusia 30-an mencapainya orgasme 65 persen. Sedangkan usia 40-50 mencapai orgasme 70 persen.

Orgasme Bisa Terjadi Tanpa Bercinta
Orgasme bisa diraih tanpa bercinta. Misalnya hanya dengan stimulasi ciuman atau mendapatkan stimulasi di bagian payudara, juga bisa meraih orgasme.

(cr1/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds