Polisi Tangkap 3 Gembong Narkoba Palopo, Ada Wanita

Aparat Polres Palopo berhasil membongkar sindikat peredaran narkoba. Tiga warga, masing-masing Hamka bin Chaeruddin (40), warga Jalan Sungai Pareman II, Risna binti Muhammad Jafar (38) warga Jalan Batara, dan Stevi Gerald (20), warga Salobulo, berhasil diamankan karena membawa dan menguasai sabu-sabu. | POJOKSULSEL - BAYU

Aparat Polres Palopo berhasil membongkar sindikat peredaran narkoba. Tiga warga, masing-masing Hamka bin Chaeruddin (40), warga Jalan Sungai Pareman II, Risna binti Muhammad Jafar (38) warga Jalan Batara, dan Stevi Gerald (20), warga Salobulo, berhasil diamankan karena membawa dan menguasai sabu-sabu. | POJOKSULSEL - BAYU

POJOKSULEL.com, PALOPO – Aparat Polres Palopo berhasil membongkar sindikat peredaran narkoba. Tiga warga, masing-masing Hamka bin Chaeruddin (40), warga Jalan Sungai Pareman II, Risna binti Muhammad Jafar (38) warga Jalan Batara, dan Stevi Gerald (20), warga Salobulo, berhasil diamankan karena membawa dan menguasai sabu-sabu.

Kapolres Palopo, AKBP Taswin, didampingi Kasat Narkoba AKP Maulud saat melakukan gelar kasus menguraikan, terbongkarnya jaringan peredaran narkoba itu berawal tertangkapnya, Hamka bin Chairuddin pada, Jumat malam, 16 Juni 2017, sekitar pukul 23.50 Wita.

Ia disergap saat hendak nyabu di kediamannya. Dari tangan Hamka, berhasil disita satu sachet sabu-sabu, dua pipet warna putih, kaca pireks, dan korek gas.

Dari hasil pengembangan, dilakukan penangkapan terhadap Risna. Kebetulan, wanita yang bertindak sebagai pengedar ini, sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi. Di rumah Risna, ditemukan barang-bukti empat sachet kosong ukuran kecil, 3 sendok makan sabu, lengkap dengan timbangan digital.

“Perempuan Risna, memang sudah diincar beberapa bulan yang lalu, saat anggota menggelar Operasi Antik,” ucap Taswin kepada POJOKSULSEL.com, Minggu (18/6/2017)

Sebelumnya, juga diamankan Stevi Gerald, dari tangan warga Salubulo itu, disita satu saset sabu ukuran kecil, dan satu buah HP.

Para pelaku dijerat pasal 114 dan 112 atau pasal 127 ayat 1 UU No: 35/2009 tentang narkotika, dengan ancaman 10 sampai 20 tahun penjara.

Selain sabu-sabu, polisi juga menyita puluhan jenis obat yang masuk dalam daftar G di Apotik Sejati, Jln Durian, Palopo. Jumlah keseluruhannya, 11 butir pil Somadril, 7 butir pil THD, 14 butir pil Dextro, dan 30 butir Tramadol. Penjual dan pembelinya, berstatus saksi.

“Puluhan kosmetik merk Pon’ds yang disinyalir mengandung zat berbahaya mercury, ikut disita personil gabungan Sabhara, Intel, dan Narkoba, di Toko Aldy Kosmetik. Pemilik kosmetik, akan dijerat dengan pasal 196 dan 197 UU Kesehatan Nomor: 36/2009 dengan ancaman 10 sampai 15 tahun penjara. Razia seperti ini, akan terus kita gelar demi memberi jaminan rasa aman di tengah masyarakat,” tanda Perwira lulusan Akpol 95 ini.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds