Oala… Polemik Kasus Sapi di Pangkep, Pak Kades Dilapor Warga Curi Sapi

Ilustrasi DOK. POJOKSULSEL

Ilustrasi DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Ada kasus unik di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga dengan kepala desanya (kades) saling klaim kepemilikan sapi, siapa yang punya? Yang jadi masalah sapinya tak bisa bicara dan menunjuk siapa tuannya.

Akibat saling klaim kepemilikan api itu, Kades Tabo-tabo Umar Saing dilaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan sapi milik warga bernama Naing (54).

Naing melaporkan Umar Saing karena mengambil sapi miliknya sejak 2 bulan lalu.

Diceritakan Naing, diriya membeli sapi dari Undin dan memeliharanya selama 2 tahun. Namun, sekitar dua bulan lalu sapi betina miliknya hilang.

Setelah mencari, sapi betina miliknya ditemukan di kandang milik Kades Umar Saing. Saat Naing meminta kembali sapi yag diklaim miliknya itu, Umar Saing menolak.

Umar Saing membantah tudingan jika diriya mengambil sapi milik Naing. Dia mengaku jika sapi itu adalah sapi miliknya yang hilang sejak 5 tahun lalu.

Umar Saing mengaku, sapinya yang hilang sejak 5 tahun lalu itu kembali ke rumah dengan sendirinya. Jadi dia memeliharanya kembali.

Naing kemudian melaporkan hal ini kepihak kepolisian atas tuduhan penggelapan sapi miliknya.

Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Rudi Suprimin membenarkan jika kasus ini masih dalam tahap penyelidikan polisi untuk pengukapan fakta dan mencari kebenaran dari kasus yang menyeret nama kepala desa tersebut.

Hanya saja, kasus ini akan menuai polemik karena sapi tak bisa menunjuk secara pasti, siapa tuannya.

(tajuddin mustaming/pojoksulsel)



loading...

Feeds