GILA! Perkosa 2 Putrinya Hingga Melahirkan, Pria Ini Mengaku Bosan dengan Istri

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, PEMATANGSIANTAR – JI alias J (43) harus menerima hukuman atas perbuatan kejinya mencabuli dua putrinya AN dan IS. Parahnya, J mengaku perbuatan bejat itu dilakukan lantaran dia sudah bosan terhadap istrinya T (40).

Semua ini terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Kamis (15/6/2017), secara tertutup untuk umum. Sidang dipimpin majelis hakim diketuai Fitra Dewi SH, dibantu hakim anggota Fhytta I Sipayung SH dan M Iqbal SH. Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Hesty Simandalahi SH.

Dalam dakwaan JPU dikatakan, perbuatan itu dilakukan terdakwa pada hari dan tanggal yang tidak dapaf diingat lagi dalam bulan Juni 2015 sekira pukul 22.00 WIB, bertempat di Jalan Tambun Barat, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Dilansir dari metro siantar (grup pojoksumut), awalnya, saksi korban IS yang saat itu masih berumur 13 tahun sedang tidur sendirian di ruang tamu, di Jalan Tambun Barat, Pematang Siantar.

Sedangkan ibu korban berinisial T sedang pergi ke rumah nenek korban, dan pada waktu itu korban yang sedang tidur terkejut dan terbangun karena mulutnya telah ditutup kuat dengan menggunakan tangan kiri terdakwa, menggunakan kain panjang.

Terdakwa mengancam korban, bila melakukan perlawanan dan memberitahu kepada siapapun akan menghabisi nyawa korban dan ibunya.

“Jangan kau ribut. Jangan bilang sama mamakmu, dan sama siapa-siapa, nanti kubunuh kau,” kata terdakwa mengancam IS.

Mendengar ancaman terdakwa, korban menjadi ketakutan, dan setelah itu terdakwa berhasil mencabuli korban yang masih di bawah umur itu. Usai melampiaskan nafsunya, terdakwa kembali mengancam korban.

“Jangan kau ceritakan kejadian ini kepada mamakmu, kalau kau ceritakan kubunuh kau,” ungkapnya saat itu pada korban.

Takut terhadap ancaman terdakwa, korban tidak berani mengadu kepada ibunya. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban sudah tidak perawan lagi dan merasa malu. \

Sesuai dengan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Umum Dr Djasamen Saragih Nomor: 13655/VI/UPM/VER/XI/2016 tanggal 21 Nopember 2016 yang dibuat dan ditanda tangani dr B Johan Nasution SpOG, dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Djasamen Saragih Pematang Siantar, dengan hasil pemeriksaan luar yakni kepala, leher, dada, perut, lengan dan tungkai tidak dijumpai tanda ruda paksa.



loading...

Feeds