Permudah Layanan Nasabah, Bank Mandiri Luncurkan Mandiri Online

Regional CEO Bank Mandiri Makassar/ Sulawesi dan Maluku, Herry Rukmana saat memberi keterangan kepada wartawan, di acara Buka Puasa Bank Mandiri, Kamis (15/6/2017). | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

Regional CEO Bank Mandiri Makassar/ Sulawesi dan Maluku, Herry Rukmana saat memberi keterangan kepada wartawan, di acara Buka Puasa Bank Mandiri, Kamis (15/6/2017). | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

‎POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bank Mandiri terus memperkuat kualitas layanan guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi transaksi nasabah. Salah satunya melalui peluncuran produk Mandiri Online yang merupakan produk integrasi dari 2 layanan yang sebelumnya telah hadir, yakni Mandiri Internet dan Mandiri Mobile.‎

Melalui produk Mandiri Online, Bank Mandiri menawarkan layanan perbankan berbasis teknologi informasi terkini yang memberikan banyak kemudahan dalam memperoleh informasi tentang seluruh produk perbankan sekaligus melakukan aktivitas transaksi keuangan.‎

‎‎Regional CEO Bank Mandiri Makassar/ Sulawesi dan Maluku, Herry Rukmana mengatakan, Mandiri Online merupakan layanan perbankan online pertama yang bisa diakses sebagai portal dan aplikasi dengan fitur keamanan yang memanfaatkan metode otentikasi terbaru.

“Terdapat 2 bentuk layanan, yakni Mandiri Online Web dan Mandiri Online App,” katanya, saat buka puasa bersam Bank Mandiri , Kamis (15/6/2017).

Produk Mandiri Online, kata Herry, merupakan implementasi dari komitmen perseroan untuk terus berinovasi dengan teknologi informasi terkini dalam menciptakan nilai tambah dan kemudahan yang optimal.

“Targetnya dapat meningkatkan transaksi dan loyalitas nasabah,” jelas Herry.‎

Herry menambahkan, pihaknya menyadari perilaku nasabah saat ini yang lebih cenderung bertransaksi secara online dari pada di kantor cabang sehingga inovasi di bidang layanan perbankan elektronik menjadi sebuah keharusan.

“Apalagi saat ini rasio transaksi via channel elektronik di Bank Mandiri sudah mencapai 87,4% dari total transaksi,” tutur Herry.‎‎‎

Saat ini, jumlah pengguna Mandiri Internet dan Mandiri Mobile meningkat 7% dari tahun sebelumnya‎. Dengan bekal sebanyak 9,5 juta nasabah dengan total frekuensi transaksi 1,11 miliar sebesar Rp 287 triliun pada akhir tahun lalu.

Herry yakin inovasi layanan ini ‎bakal di sambut baik oleh nasabah. “Di sisi lain, inovasi ini sekaligus mendukung strategi operasional perseroan dengan meningkatkan efisiensi proses bisnis,” katanya.‎

‎Menurut Herry, setidaknya terdapat tempat kelebihan yang dimiliki layanan terbaru ini. Layanan baik lewat apps maupun web diberikan dengan single access tanpa beda user atau pun pin.

Transaksi online pun bisa banyak fitur transaksi dilakukan secara online serta nasabah dapat penawaran produk atau program promo yang sesuai.‎

‎Selain itu, lengkapnya portfolio dalam layanan ini menjadikan semua produk yang dimiliki bisa diketahui di dashboard, mulai tabungan, deposito, tabungan rencana, kartu kredit dan pinjaman.

Tak hanya itu, menurut Herry, layanan ini pun aman lantaran nasabah bisa memilih untuk approval memakai alat token‎ atau via aplikasi. “Terserah nyamannya nasabah mana yang dia mau,” ujarnya. ‎

‎Untuk menikmati layanan ini, Herry menambahkan, nasabah dapat mengakses Mandiri Online Web Melalui website di alamat www.bankmandiri.co.id lalu pilih tombol log in mandiri online.

Sedangkan untuk mengakses Mandiri Online App, nasabah dapat mengunduh aplikasi tersebut di Google Play Store atau Apple App Store.

Selanjutnya, nasabah perlu mendaftarkan diri dan mengaktifkan service transaksi finansial di cabang terdekat dengan membawa identitas diri, buku tabungan dan kartu debit Bank Mandiri.

“Kecuali jika nasabah merupakan user mandiri internet aktif dan juga merupakan user SMS Banking yang terdaftar untuk transaksi financial,” ungkap Herry.

Di samping kemudahan bertransaksi, keuntungan lain yang dihadirkan layanan Mandiri Online adalah fasilitas untuk melakukan top up e-cash dan e-money secara mudah serta pembukaan rekening deposito dan tabungan rencana secara online tanpa perlu ke cabang.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds