Olala… Pegawai Lapas Disebut Kendalikan Bisnis Sabu di Parepare

Tiga majelis Hakim ditengah persidangan kasus narkoba 2 kilogram di Pengadilan Negeri Parepare.

Tiga majelis Hakim ditengah persidangan kasus narkoba 2 kilogram di Pengadilan Negeri Parepare.

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Kehadiran saksi kunci, Lapedda alias Irwan (45) dalam sidang perkara kasus kepemilikan dua kilogram (kg) narkoba jenis sabu-sabu‎ di Pengadilan Pegeri (PN) Parepare, membuat pengakuan mengejutkan.

Narapidana kasus narkotika itu menyebut nama oknum pegawai Lapas Tarakan, Kalimantan Utara, Anwar Efendi, sebagai terduga pemilik sabu-sabu tersebut.

“Saksi ini menyebut nama oknum pegawai Lapas. Berdasarkan bukti rekaman CCTV oknum pegawai Lapas ini memang terlihat mengawal pembawa barang haram itu,” ujar Kajari Parepare Rezkiana Ramayanti, Jumat (16/6/2017).

Sebelumnya, Lapedda dijemput oleh Kejaksaan Negeri Parepare‎, untuk hadir dalam persidangan sebagai saksi delapan terdakwa.

Nama‎ Lapedda disebut dalam BAP kepolisian sehingga majelis hakim meminta menghadirkan yang bersangkutan.

Salah satu terdakwa adalah oknum anggota polisi Polres Pinrang.

Berdasarkan BAP dari Kepolisan Polres Parepare, dan keterangan para terdakwa di meja persidangan,
Lapedda ‎adalah pemilik 2 kilogram (kg) sabu-sabu itu.

Lapedda juga disebut sebagai pengendali narkoba di dalam Lapas Tarakan, dan wilayah lain.

Namun‎ kesaksian Lapedda justru berbeda, dia membantah tuduhan yang ada dalam BAP kepolisian tersebut.

Meski begitu Ketua majelis hakim‎ Vidya Andini yang memimpin sidang, terus berupaya melihat kasus ini secara objektif dan profesional. Penegakan hukum, kata dia, harus ditegakkan agar kasus tersebut terang-benderang.

Vidya pun meminta kepada jaksa penuntut umum agar menghadirkan saksi-saksi lain yang disebut dalam persidangan itu, termasuk penyidik kepolisian Polres Parepare yang membuat BAP.

“Kita ingin bagaimana kasus ini betul-betul tuntas hingga keakar-akarnya. Kami minta menghadirkan nama yang disebut dalam persidangan, termasuk anggota Polisi yang membuat BAP para terdakwa,”katanya.

Rendy,  pengacara terdakwa malah meminta menghadirkan oknum pegawai Lapas Tarakan, Anwar Efendy. Menurut dia, peran Anwar sangat besar.

“Anwar inilah yang tahu persis siapa pemilik narkoba itu karena dia menyerahkan ke terdakwa lain untuk dibawa ke Parepare,”ungkap Rendy.

Permintaan Penasehat Hukum (PH) terdakwa dikabulkan oleh majelis Hakim. Majelis hakim pun meminta kepada Jaksa penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan yang bersangkutan pada sidang berikutnya setelah Lebaran Idul Fitri. (haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Indonesia Vs Vietnam: Laga Krusial

KALAU timnas Indonesia U-22 ingin lolos ke semifinal, kuncinya adalah memangangkan pertandingan Selasa malam ini (22/8). Tim berjuluk Garuda Muda …