Legislator Makassar: Layanan Transporasi Berbasis Online Harus Dibatasi

Anggota DPRD Makassar Mesakh | DOK. POJOKSULSEL

Anggota DPRD Makassar Mesakh | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Keberadaan jasa angkutan online seperti grab, gojek dan serupa dengan itu makin memadati ruas jalan di Kota Makassar. Akibatnya arus lalu lintas semakin dibuat macet.

Wakil Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Pendapatan Dearah DPRD Makassar, Mesakh Raymon Rantepadang mengaku banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait kondisi arus lalu lintas yang makin sulit dilalui akibat bertambahnya jumlah unit kendaraan.

 

“Keberadaan jasa angkutan online seperti grab memberi sumbangsih yang cukup besar terkait peningkatan jumlah kendaraan di Makassar,” ujar Ketua Fraksi PDI-P ini di DPRD Makassar, Kamis (15/6/2017).

Makin padatnya jumlah kendaraan yang beroperasi di Makassar, menurut Mesakh tidak diimbangi dengan pertambahan fasilitas jalan mengakibatkan jarak tempuh perjalanan di area Makassar semakin lama.

“Kalau dulu orang pulang kantor, sebelum magrib sudah tiba di rumhnya, sekarang lewat isya baru bisa berjumpa dengan keluarganya,” katanya mengulangi keluhan masyarakat.

Mesakh memperkirakan perusahaan jasa angkutan online seperti grab tersebut punya lebih dari 2000 anggota atau supir yang masuk dalam aplikasinya, lalu yang mengeluarkan mobil baru sebanyak 15000 orang, “Bisa dibayangkan kan bagaimana macetnya Makassar ini di tengah kondisi fasilitas jalan yang tidak berubah,”katanya.

Apalagi, lanjut Mesakh, masyarakat tidak lagi sulit untuk bisa memiliki satu unit mobil. Dana Pertama(DP) yang murah serta angsuran yang tidak begitu mahal akses masyarakat memiliki mobil pribadi menjadi sangat mudah.

“Sekarang orang sudah banyak yang beli mobil untuk grab dan lain-lain, karena DP yang murah dan masuk dalam aplikasi grab sangat menjanjikan keuntungan yang luar biasa,” tambahnya.

Mesakh mengaku secara pribadi tidak menolak keberadaan grab dan taksi online, apalagi memang sudah ada regulasi yang mengatur terkait itu. Hanya saja menurutnya tetap jumlahnya harus dibatasi secara proporsional dan rasional.

“Jangan tidak terkontrol lalu ujung-ujung nya juga kan kasihan masyarakat pengguna jalan yang dirugikan. Masalah ini sudah banyak yang mengeluhkan ke kami,” tambahnya.

Sementara anggota DPRD lainnya, Zaenal Beta menambahkan akibat dari munculnya jasa angkutan online, grab dan gojek tidak saja berdampak pada kondisi arus lalu lintas. Namun kelompok masyarakat yang mengandalkan hidup dari menjadi supir taksi konvensional atau pete-pete juga ikut dirugikan dan kehilangan sumber pendapatan mereka.

“Para supir pete-pete banyak yang mengeluh pendapatan mereka berkurang sejak munculnya angkatan online. Ini harus diatur agar tidak ada kelompok masyarakat yang dirugikan,” katanya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Victor Igbonefo psm makassar

PSM Makassar Incar Victor Igbonefo

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR- PSM Makassar memulai memanaskan perburuan pemain menghadapi Liga musim 2018. Selain mencari striker berpaspor Asia, tim berjuluk Ayam …
deklarasi danny-indira

Ada Obama di Deklarasi Danny-Indira

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bahar Ngitung (Obama) yang baru saja dilantik sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan bakal calon Gubernur Sulsel 2018, …

Golkar Resmi Usung Ibu Menteri

POJOJSULSEL.com – Partai Golkar resmi mengusung Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dan ‎Bupati Trenggalek Emil Dardak, dalam Pilgub Jawa …
golkar maros, golkar sulsel, musda golkar maros, calon ketua golkar maros, ketua golkar maros, kandidat ketua golkar maros

Kader Muda: Golkar Kalah dari Setnov

POJOKSULSEL.com – Inisiator Generasi Muda Partai Golkar Mirwan Bz Vauly mengatakan, hasil pleno DPP PG menunjukkan bahwa partai berlambang pohon beringin itu …