Aru: Pemerintah Tak Libatkan Pemuda untuk Atasi Gejolak Sosial

Suasana diskusi publik yang digelar Sekretariat DPRD Kota Makassar, Rabu tadi di Hotel Aswin.

Suasana diskusi publik yang digelar Sekretariat DPRD Kota Makassar, Rabu tadi di Hotel Aswin.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAK – Pemerintah dinilai tidak peka dalam memanfaatkan pemuda untuk mengatasi gejolak sosial. Padahal, peran pemuda sangat strategis dalam menangkal segala kemungkinan yang bisa menjadi persoalan sosial kemasyarakatan.

Penilaian itu disampaiakan Ketua DPRD Kota Makassar Farouk M Betta saat tampil menjadi pembicara pada forum diskusi publik yang digelar Sekretariat DPRD Kota Makassar, di Hotel Aswin, Jalan Gunung Latimojong, Rabu (14/6/2017).

Aru, panggilan akrab Farouk M Betta menyebutkan, selama ini pemerintah kerja sendiri dalam mengantisipasi gejolak tentang kesejahteraan sosial. “Harusnya mulai sekarang peran pemuda juga dapat dilibatkan,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Muchtar Tahir dan Akademisi UPRI, Sudirman Muhammadiyah yang juga menjadi narasumber pada kegiatan ini menambahkan, pemuda memiliki peran yang sangat besar dalam konteks kesejahteraan sosial. Pemuda sebagai generasi terdidik mampu memberikan solusi dalam penyelesaian persoalan yang kerap terjadi di masyarakat.

“Pemuda adalah salah satu komponen di masyarakat yang dapat memberikan stimulan atau membantu masyarakat dalam menyelesaikan persoalan kesejahteraan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muchtar menuturkan pemuda seyogyanya dapat menjadi motor penggerak di dalam masyarakat. Sehingga, mampu membangun kesadaran bersama dalam rangka mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.

“Kalau kita berbicara kesejahteraan sosial, kita mengacu pada 26 item kesejahteraan sosial yang harus diransang, di motivasi. Dan inilah peran-peran pemuda di dalam menghasilkan sebuah jalan keluar. Sehingga peran pemuda ini bisa memiliki nilai dihadapan masyarakat yang ada,” jelas Muchtar.
(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds