Waduh.. Pak Haji Ditangkap, Bawa Narkoba Senilai Rp250 Juta

Ilustrasi

Ilustrasi

PEREDARAN Narkoba kian merajalela hingga ke pelosok wilayah Indonesia. Sebagai buktinya, jajaran Satresnarkoba Polres Kotawaringin Barat (Kobar) membekuk dua orang asal Pontianak (Kalbar) karena kedapatan membawa 1,5 ons sabu-sabu senilai Rp 250 juta. Mereka ditangkap, di kawasan Simpang Runtu, Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Minggu (11/6/2018) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Penangkapan 1,5 ons sabu ini merupakan yang terbesar sepanjang tahun 2017 di Kabupaten Kotawaringin Barat,” kata Plh Kapolres Kobar AKBP Ramon Z Ginting di Mapolres Kobar, Senin (12/6) seperti dikutip Kalteng Pos (Jawa Pos Group).

 

Perihal adanya penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut, diawali dari penyelidikan terhadap informasi adanya pengiriman sabu dari Pontianak ke Pangkalan Bun melalui jalur darat yang dibawa oleh H. Saleh (54) dan H. Maki (46).

“Setelah kita pastikan, kedua tersangka itu bergerak, anggota kami membuntuti dari perbatasan Kabupaten Lamandau,” jelasnya.

Selanjutnya, ketika tiba di Simpang Runtu, kedua pelaku langsung dihadang oleh anggota Satresnarkoba Polres Kobar yang juga dibackup oleh petugas piket Polsek Pangkalan Lada. Dalam penangkapan tersebut, pihaknya langsung melakukan penggeledahan di badan maupun kendaraan di hadapan para saksi.

“Kita temukan barang bukti sabu sebanyak 2 paket besar yang dibungkus plastik hitam disimpan dalam dasboard belakang bagian dalam sebelah kanan,” terangnya.

Selain barang bukti yang diamankan berupa dua paket besar sabu dengan total 1,5 ons, pihaknya juga berhasil mengamankan dua handphone merk Nokia, uang tunai Rp 1,5 juta, dan 1 unit mobil mini bus jenis Avanza warna Silver bernomor polisi KB 1005 HF.

Berdasarkan pengakuan pelaku, rencananya sabu tersebut akan diberikan kepada salah satu pemesan yang ada di Pangkalan Bun. “Pemesannya ada di Pangkalan Bun, tidak usah kita sebutkan dululah itu,” ucapnya.

Dilain pihak terkait penangkapan kedua pelaku tersebut, Kasatres Narkoba Polres Kobar Iptu Kariatmono mengatakan, adanya informasi dari masyarakat sangat membantu pihaknya dalam melakukan pemberantasan narkoba di wilayah Kobar. Dari informasi tersebut, pihaknya pun hanya melakukan pengintaian terhadap target operasi hingga 3 hari.

“Kedua tersangka ini sering mengirim ke Pangkalan Bun,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku tersebut dijerat dengan Pasal 114 (2) junto Pasal 132 (1) sub Pasal 112 (2) junto Pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Sementara itu, menanggapi penangkapannya, H. Soleh mengaku hanya menjadi kurir sabu, bukan pengedar. Mereka diiming-imingi upah Rp 3 juta apabila berhasil mengantarkan barang haram tersebut. Namun belum sempat imbalannya dibayar, ia keburu tertangkap. Padahal baru diberi ongkos bensin saja ke Pangkalan Bun.

“Untuk bayar utang saya dan sebentar lagi Lebaran, kebutuhan banyak untuk keluarga,” pungkasnya.

(jok/yit/wnd/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds