Rektor ITB dan Walikota Makassar Kerja Sama Penanganan Sampah dan Air

Walikota Makassar Danny Pomanto dan Rektor ITB Prof Kadarsah Suryadi menandatangani kerja sama di bidang pengelolaan sampah dan air, Senin (12/6/2017).

Walikota Makassar Danny Pomanto dan Rektor ITB Prof Kadarsah Suryadi menandatangani kerja sama di bidang pengelolaan sampah dan air, Senin (12/6/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Walikota Makassar Danny Pomanto melakukan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding atau (MoU) antara Pemkot Makassar dan ITB, tentang penyediaan air bersih dan perencanaan berbasis kelitbangan yang juga melibatkan PDAM Kota Makassar dan Lapi Indowater ITB.

Rektor Institut Teknologi Bandung Professor Kadarsah Suryadi, mengatakan salah satu yang dimaksud dalam Sustainable Depelovement Goals adalah air.

Jadi satu langkah yang sangat strategis kata Prof Kadarsah telah dilakukan oleh wali kota Makassar yakni dengan mengembangkan dan menggarap pengelolaan air. Karena dengan air akan berdampak pada meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu kesehatan.

“Tidak ada orang tidak butuh air. Pengalaman di Luwu Banggai, ditemukan tiga penyakit yang banyak diderita, Darah tinggi, diabetes, ginjal, karena air mengabdung banyak zat berkapur. “Jadi kalau mau sehat, airnya dulu diselamatkan. Jadi makasih pak wali, bapak sudah membidik satu titik yang sangat strategis,” tutur Prof Kadarsah di ruang Rapim, Gedung CCAR ITB, Bandung, Senin (12/6/2017).

ITB sendiri saat ini tengah mengembangkan 99 kelompok keahlian. Rektor ITB pun dengan senang hati menyodorkan Danny Pomanto untuk dikerjasamakan. “Jadi moggo pak wali kami punya 99 lagi keimpok keaglian yang siap berkolaborasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Danny Pomanto mengaku sangat terhormat bisa menjalin kerja sama dengan ITB.

“ITB adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Keuntungan bagi kota Makassar bisa melakukan hubungan kerja sama, terlebih dengan ITB, memberikan sebuah semangat bagi pemerintah Makassar dan memberi Back up pengetahuan bagi pemerintah kota Makassar terhadap inovasi- inovasi dan trobosan- trobosan yang hari ini sangat dituntut Masyarakat,” katanya.

“Terutama mencarikan solusi strategis terhadap begitu banyak permasalahan yang ada di masyarakat. Baik yang sedang tumbuh maupun yang sudah kronis. Terutama aplikasi slolusi praktis di lapangan. Karena masyarakat sekarang ini tidak butuh teori ia butuh praktek langsung di lapangan,” jelas Danny lagi.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Prof Kadarsah, dari 99 kelompok keahlian ITB selain pengajaran, pendidikan dan penelitian, mereka juga melakukan pendampingan masyarakat yang disebut pengelolaan teknologi tepat guna. Pendampingan ini tidak terlalu memunculkan teori, namun lebih mendorong praktek dan aplikasi lapangan.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds