Puluhan Calon Pejabat Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Ilustrasi

Ilustrasi

KABAR tak sedap berhembus dari seleksi calon anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB). Diduga, 50-an peserta seleksinya menggunakan ijasah palsu.  Pihak Polda Papua Barat pun langsung mencermati dan menyikapi dugaan ijazah sarjana (S1) palsu yang dipakai.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Papua Barat Kombes Pol. Bonar Sitinjak mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah bila sudah ada laporan dari Pansel (Panitia Seleksi) Calon Anggota MRPB.

Sitinjak mengakui, berita soal sekitar 50 peserta seleksi calon anggota MRPB ini menarik perhatian berbagai pihak. Namun polisi akan mulai melakukan penyelidikan setelah menerima laporan tentang siapa-siapa saja yang terindikasi menggunakan ijazah palsu saat mendaftar sebagai calon anggota MRPB.

Sitinjak mengatakan, laporan indikasi penggunaan ijazah palsu ini juga harus didapatkan secara resmi. ‘’Jangan katanya. Memang kita sudah baca dalam berita di media massa, sedangkan laporan ke polisi harus secara resmi,’’ imbuh mantan Kapolres Teluk Bintuni ini di sela-sela Musrenbang Polda Papua Barat, Senin (12/6) di Aston Niu Hotel Manokwari.

Bila Polda sudah mendapatkan laporan, maka segera diturunkan tim untuk berkoordinasi dengan Pansel pemilihan calon anggota MRPB. Tim akan mengumpulkan data terkait indikasi penggunaan ijazah palsu ini.

Dijelaskannya, seseorang yang sudah menggunakan ijazah palsu seperti dipakai mendaftar sebagai calon anggota MRPB sudah dapat dikategorikan sebagai tindak pidana dengan ancaman 6 tahun penjara. ‘’Kalau diproses nanti kita konfirmasi dengan perguruan tinggi yang tertera dalam ijazah. Nanti akan kita lihat,’’ tandasnya sebagaimana dilansir dari Radar Sorong (Jawa Pos Group).

Sekedar diketahui, Pansel (Panitia Seleksi) Calon Anggota MRPB telah melakukan validasi terhadap 194 ijazah sarjana (S1) peserta seleksi calon anggota MRPB. Hasilnya cukup mencengangkan, lebih dari 25 persen atau 50 peserta diduga kuat menggunakan ijazah palsu saat mendaftar, bahkan ada yang lolos seleksi administrasi.

Anggota Pansel MRPB, Filep Wamafma,SH,MHum kepada wartawan mengatakan, hingga validasi Minggu, sudah ditemukan 50 ijazah diduga dipalsukan. Pansel akan membedah lagi, apakah ada unsur kesengajaan menggunakan ijazah palsu saat mendaftar sebagai calon anggota MRPB.

‘’Rata-rata ijazah yang keasliannya diragukan ini berasal dari perguruan tinggi luar Papua dan sekolah agama,’’ beber mantan anggota KPU Provinsi Papua Barat ini.

Pansel mengambil langkah-langkah, meminta calon yang bersangkutan untuk mengklarifikasi dengan menunjukan bukti Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS) dan bukti pembayaran SPP. Jika KRS, KHS maupun bukti pembayaran SPP masih diragukan, maka Pansel akan mendatangi Sistem Penjaminan Mutu perguruan tinggi yang bersangkutan untuk mengklarifikasi.

Filep meminta secara sukarela peserta seleksi anggota MRPB  yang merasa ijazahnya palsu untuk tidak mengikuti seleksi tahap berikutnya. Semakin mengikuti tahap seleksi, maka proses hukum juga akan mengikuti.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari,Yan Christian Warinussy,SH meminta kepada Pansel untuk mencoret setiap calon yang saat ini sedang mengikuti tahapan seleksi dan kedapatan melakukan tindakan pemalsuan ijasah. Pemalsuan ijazah untuk mendaftar sebagai calon anggota MRPB sangat bertentangan dengan filosofi dasar lahirnya MRP.

Warinussy mendesak Pansel calon anggota MRPB ataupun masyarakat adat OAP yang mengetahui dugaan pemalsuan ijasah oleh calon anggota MRP PB maupun mantan anggota MPR PB, agar segera dalam 1×24 jam dapat membuat laporan polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua Barat.

(lm/sad/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds