TERNYATA! Balada Cinta Rizieq Dikelola di Amerika

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Foto: dokumen JPNN.Com

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Foto: dokumen JPNN.Com

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya masih kesulitan untuk menangkap penyebar chat mesum yang diduga Rizieq Syihab dengan Firza Husein.

Polisi beralasan, chat mesum yang diunggah di baladacintarizieq.com antara Rizieq Syihab dengan Firza Husein rupanya diolah di Amerika Serikat.

 

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan mengatakan, kelompok hacker atau peretas tak bernama yang pertama kali mengunggah chat porno itu melalui akun baladacintarizieq.com.

Berdasarkan informasi dari penyidik yang diperolehnya, alamat internet protokol (IP) yang digunakan pelaku, bukan berada di Indonesia.

“Itu dari luar, dari Amerika, anonymus, satu grup di sana. Kami sedang lakukan penyelidikan,” ungkap Iriawan di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Iriawan mengungkapkan, enam ahli sudah ditunjuk untuk mengidentifikasi hacker anonymous asal Amerika Serikat yang menyebarkan chat mesum itu. “Kalau ahli yang terkait konten itu, ada beberapa ahli telematika dan IT yang ada. Ada enam ahli yang ada,” tuturnya.

Namun, karena berada di luar negeri, Iriawan menyatakan, pihaknya kesulitan menangkap “pengolah” chat mesum Rizieq itu. Polisi pun perlu melakukan koordinasi dengan FBI. “Kalau di dalam (negeri) enak, kami bisa langsung,” selorohnya.

Iriawan memastikan, si pengolah dan penyebar chat mesum itu akan dikenakan pidana tersendiri. “Jadi yang melakukan ini antara saudari Firza dengan Habib Rizieq itu ada pidana tersendiri. Di mana yang meminta (mengolah) dengan yang memberi itu kena pidana,” tegasnya.

Soal Rizieq sendiri, Kapolda meminta Imam Besar FPI itu untuk segera pulang dan menghadapi kasus yang menjeratnya. Rizieq berada di Arab Saudi sejak 26 April lalu. “Kenapa kok sulit banget, hadapi kalau nggak salah, kan nanti sidangnya nanti ada yang menyidangkan.”

Iriawan mengingatkan, peristiwa pidana ini akan terus ada, sehingga lebih baik Rizieq lekas menghadapinya. Kapolda juga meminta Rizieq tidak mengerahkan massa untuk menekan korps baju coklat.

“Jangan ya, malu. Ada peristiwa pidana dibeking-beking dengan kekerasan, jangan, nanti malu, negara kita negara hukum,” tuturnya.

(rmol/pojoksulsel)



loading...

Feeds