Ribuan Orang Hadiri Zikir Akbar di Palopo

Ustaz Arifin Ilham (Facebook)

Ustaz Arifin Ilham (Facebook)

POJOKSULSEL.com, PALOPO – Ketua Majelis Az Zikra, Ustad Arifin Ilham mengajak jamaah mempersiapkan bekal amal sebelum kematian menjemput dengan perbanyak zikir. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Zikir dan Tausyiah Akbar yang diadakan Pemerintah Kota Palopo, di Masjid Agung Palopo, Kamis (8/6/2017) malam tadi.

Ia menuturkan, Allah hanya memberikan waktu sekejap saja bagi manusia untuk hidup di dunia. Jika bersungguh-sungguh beribadah, katanya, hidup dunia adalah kesempatan bagi seorang mukmin untuk membekali diri dengan amalan sholeh sebelum masuk ke kehidupan akhirat yang kekal.

“Waktu kita di dunia sebentar untuk mengumpulkan bekal di akhirat. Kalau begitu, apa susahnya kita berlelah-lelah sebentar di dunia? bersabar atas ujian, bersyukur, juga beristiqomah beribadah,” ungkapnya.

Menurut Ustad Arifin Ilham, seorang mukmin harus sudah tahu hidup di akhirat akan kekal, sehingga ia tidak menyia-nyiakan waktunya. Setiap yang dilakukan seorang mukmin, katanya, selalu diarahkan untuk beribadah. Seorang mukmin akan mengolah kehidupan dunianya untuk melakukan amal sholeh, berdakwah, dan muhasabah diri.

“Andai bisa dibongkar hati seorang mukmin, maka alasan-alasan mereka tahajud, menyantuni anak yatim, menjaga wudhu, dan berpuasa adalah karena ia menginginkan ridha allah serta ingin masuk surga-Nya,” terang Ustad Arifin.

Ia mengingatkan agar jamaah mengingat kematian. Sebab, semakin dekat dengan kematian, maka seorang mukmin harus semakin dekat pula dengan Allah. Ustaz Arifin berharap jamaahnya bisa menjadi abdun mabruk (hamba yang diberkahi), yaitu hamba yang oleh Allah diilhami kesenangan beribadah.

“Kesenangan beribadah ini akan berbuahtaqarruban. Ia tidak lelah, tidak jenuh mendekat pada Allah. Jika menjadi abdun mabruk, malaikat pun akan memberikan salam sebelum ia mencabut ajal mukmin tersebut,” tuturnya.

Di akhir tausiyahnya, Ustaz Arifin mengajak jamaahnya sama-sama meminta ampun pada Allah. Dengan mengingat kematian, katanya hal tersebut bisa menjadi langkah muhasabah diri atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

“Mari bersama-sama beristighfar. Sebab, karunia besar yang juga merupakan puncak rahmat Allah adalah kesempatan bertaubat,” tutupnya.

Sebelumnya, Walikota Palopo, Judas Amir, dalam sambutanya menyampaikan permintaan maafnya kalau selama memimpin dan menjalankan roda pemerintahan di Palopo terdapat kekurangan.

Ribuan jamaah yang menghadiri  kegiatan berdzikir ini tak dapat menahan kesedihan dan bahkan ada yang menangis saat lantukan dzikir di kumandangkan Ustad Arifin Ilham yang mengema di segala penjuru Masjid Agung Palopo.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds