KPK Juga Tangkap Aspidsua Kejati Bengkulu

Ilustrasi

Ilustrasi

TIM Satgas Penindakan KPK, Jumat (9/6/2017) dini hari tadi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi senyap tersebut, selain menangkap oknum jaksa berinisial PP dan pihak penyuapnya, tim KPK juga berhasil mengamankan seorang oknum pejabat jaksa lain di lingkungan Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum pejabat jaksa lain yang ditangkap yakni seorang petinggi Kejati Bengkulu berinisial HN . HN merupakan pejabat kejaksaan yang bertanggung jawab menangani perkara korupsi di lembaganya. ”Aspidsusnya juga diamankan ,” bisik sumber internal KPK kepada JawaPos.com Jumat (9/8).

Sebelumnya dikabarkan Jumat (9/6/2017) dini hari tadi melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi senyap tersebut, tim berhasil menciduk seorang oknum petinggi di Kejaksaan Tinggi Bengkulu berinisial PP dan beberapa pihak lain yang diduga sebagai pihak penyuapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh JawaPos.com, dalam penangkapan terhadap oknum pihak korps adhyaksa tersebut, tim KPK berhasil mengamankan barang bukti uang suap senilai ratusan juta rupiah.

”Sekitar Rp 100 jutaan ,” tutur sumber internal tersebut kepada JawaPos.com, Jumat (9/6) pagi. Namun, kendati menyebut ada uang senilai ratusan juta yang diamankan, sumber tersebut belum menjelaskan secara detail perihal motif dugaan penyuapan yang dilakukan oknum jaksa tersebut, sehingga diciduk KPK.

PP yang tak lain merupakan Kasi III Intel Kejati Bengkulu, dikabarkan ditangkap ketika sedang di salah satu tempat hiburan malam “The View Beach”, di kawasan Pantai Panjang Bengkulu. Ia tengah mengikuti acara perpisahan Kejati Bengkulu Sendjun Manulang yang memasuki masa pensiun, yang juga dihadiri oleh salah seorang bupati, beberapa kepala dinas, hingga pejabat Polri dan TNI setempat.

Perihal adanya kegiatan OTT terhadap oknum petinggi kejaksaan tersebut, salah satu sumber internal KPK membenarkannya. ” Ya betul (ada OTT di Bengkulu), ” kata sumber internal KPK kepada JawaPos.com di Jakarta Jumat (9/6/2017) pagi. Hal senada juga dikatakan sumber internal lain.” Infonya benar, ” ujar sumber yang biasa melakukan kegiatan penindakan ini.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai motif dugaan suap menyuap yang dilakukan oknum aparatur korps adhyaksa bersama pihak penyuapnya, sumber tersebut belum memberikan penjelasan secara detail, pasalnya menurutnya tim Satgas Penindakan masih melakukan kegiatan di wilayah tersebut. ”tim masih kerja, ” imbuh sumber tersebut.

Secara terpisah ketika dimintai tanggapan perihal adanya informasi OTT, juru bicara KPK Febri Diansyah, mengaku belum mengetahuinya.” Saya cek dulu ya apa da kegiatan tim di lapangan hari ini ,” Sementara Kapuspenkum Kejagung  M Rum juga belum bisa di konfirmasi.

Saat ini, PP dan beberapa pihak lain yang diduga menyuapnya, tengah menjalani pemeriksaan oleh tim penindakan KPK di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Polda Bengkulu. Pemeriksaan awal ini dilakukan untuk mengkonfirmasi dugaan tindak pidana yang dilakukan oknum jaksa tersebut bersama pihak penyuapnya. Selanjutnya, usai dilakukan pemeriksaan sementara, para pihak ini akan digelandang ke markas KPK di Jakarta.

Sementara itu, dengan adanya kegiatan OTT di Bengkulu, maka dalam waktu dua bulan terakhir, total KPK sudah melakukan kegiatan penindakan OTT sebanyak tiga kali. Pertama OTT Pejabat Kemendes PDT  dan Transmigrasi yang tertangkap tangan menyuap dua auditor BPK pada (26/5), kedua kasus suap DPRD Jatim yang dilakukan oleh sejumlah kepala dinas pada Senin (5/6/2017), dan ketiga OTT oknum petinggi kejaksaan di Bengkulu pada Jumat (9/6/2017) dini hari.

(wnd/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds