Kanwil Kemenag Sulsel Terbaik Pengolaan Barang Milik Negara

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan penghargaan kepada Kakanwil Kemenag Sulsel Abd Wahid Thahir, pada Rapat Koordinasi Pimpinan Utama Satker dan Duta Akrual Kemenag se-Indonesia di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan penghargaan kepada Kakanwil Kemenag Sulsel Abd Wahid Thahir, pada Rapat Koordinasi Pimpinan Utama Satker dan Duta Akrual Kemenag se-Indonesia di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat penghargaan sebagai salah satu provinsi dengan pengelolaan barang milik negara dalam kategori Penetapan Status Penggunaan (PSP).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin kepada Kakanwil Kemenag Sulsel Abd Wahid Thahir, pada Rapat Koordinasi Pimpinan Utama Satker dan Duta Akrual Kemenag se-Indonesia di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Pengelolaan Barang Milik Negara dalam kategori Penetapan Status Penggunaan (PSP) yang turut menjadi salah satu penyumbang dari Opini WTP dari BPK RI baru baru ini.

Kanwil Abd Wahid Thahir mengatakan, capaian saat ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen seluruh jajaran Kemenag di Sulsel. Baik di lingkup Kanwil, Kemenag Kab./Kota maupun Satker.

“Hal ini disamping menjadi pemicu semangat kerja kita, juga sebagai pemacu agar ke depan, Kemenag Sulsel di semua lini bisa terus meningkatkan kinerjanya,” kata Abd Wahid Thahir.

Pada kesempatan yang sama, Abd Wahid Thahir menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para operator SIMAK BMN dan Duta Akrual atas attensi dan kerja kerasnya selama ini.

“Begitupun dengan operator lainnya, mudah mudahan hal ini bisa menjadi sugesti tersendiri agar juga bisa mengukir prestasi prestasi level nasional lainnya,” kata Abd Wahid Thahir yang juga Ketua Forum KaKanwil Kemenag se-Indonesia.

Sementara Menag Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa pencapaian opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian Agama Tahun 2016 ini, harus benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan publik yang mudah, murah, cepat, transparan, serta bebas dari korupsi.

“Kita harus mampu menerjemahkan ini dalam ruang dan iklim kerja masing-masing, sehingga cita-cita, harapan, dan idealisme kita sebagai abdi negara, benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat sebanyak-banyaknya dengan tingkat kepercayaan publik yang semakin meningkat,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds