Soal Fatwa MUI, Ketum Muhammadiyah: Hubungan Sosial Jangn Menjauhkan dari Tuhan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 2015-2020 | POJOKSULSEL - DOK

Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 2015-2020 | POJOKSULSEL - DOK

MENTERI Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik adanya fatwa Majelis Uama Indonesia (MUI) soal bermedia sosial.

Menurut Lukman, media sosial (medsos) itu sebaiknya digunakan untuk memupuk persaudaraan dan mempererat tali silaturahmi. Lukman juga berharap media sosial menjadi wahana untuk saling mencerahkan.

 

“Agar kehidupan kita lebih berkeadaban,” tuturnya di kampus Unibersitas Muhammadiyah Jakarta tadi malam.

Sebaliknya Lukman tidak ingin media sosial jadi alat untuk saling menghujat, memaki, memfitnah, dan ujaran kebencian lainnya.

Medsos jangan sampai saling memisahkan di antara masyarakat. Dia bahkan prihatin dari hujatan di medsos, berakhir pertikaian di dunia nyata.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengatakan aktivitas medsos merupakan hal baru dalam Islam. Tetapi masih bisa ditarik menjadi fenomena hubungan muamalah.

Yakni hubungan sosial antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. “Media sosial tidak boleh menjauhkan kita dengan Tuhan,” jelasnya.

Kemudian medsos juga tidak boleh menimbulkan kerusakan. Baik itu kerusakan alam maupun kerusakan hubungan sesama umat manusia.

“Tidak boleh menyebar fitnah di media sosial. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” pungkasnya.

(wan/jpnn/pojoksulsel)



loading...

Feeds