Ditanya Soal Gol, Eh Mata Klok Malah Berkaca-kaca

Suasana pertandingan PSM Makassar vs Persipura Jayapura di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Mkaassar, Sabtu (3/6/2017). | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

Suasana pertandingan PSM Makassar vs Persipura Jayapura di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Mkaassar, Sabtu (3/6/2017). | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Marc Anthony Klok menjadi salah satu pemain penting saat PSM Makassar melibas Persipura Jayapura, 5-1 pada laga pekan ke-9 Liga 1, di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin Makassar.
Kemenangan ini sekaligus memutus rekor tak terkalahkan tim Mutiara Hitan yang bertahan selama 12 tahun. Rekor baru terukir di Mattoangin, kemenangan besar untuk lawan sekelas Persipura yang sebelum pertandingan hanya selisih satu poin dengan PSM Makassar.
Usai pertandingan, saat sesi jumpa pers, Pelatih PSM Makassar didampingi gelandang asal Belanda Marc Anthony Klok.
Setelah menjawab pertanyaan wartawan, Robert mempersilahkan agar Klok yang sejak tadi hanya sibuk merapikan rambutnya juga ditanya tentang pertandingan.
Ekpresi pemain PSM Makassar Marc Anthony Klok saat dicecar pertanyaan tentang 2 gol yang berhasil dicetak ke gawang Persipura, berubah. Yang tadinya terlihat senang dengan senyum khasnya berubah sedih.
Pemain 24 tahun ini tak kuasa menahan haru. Sesaat tatapannya kosong seperti membayangkan sesuatu. Matanya berkaca-kaca, tak sadar air matanya menetes.
Pemain asal Belanda ini tampil garang di lapangan. Kehadiran ibu dan neneknya di Satadion Mattoangin membuat motivasinya makin tinggi.
Ibu dan neneknya sengaja datang dari Belanda hanya untuk menyaksikan aksinya bersama PSM Makassar.
Mark Klok sukses menyumbangkan dua dari lima gol yang bersarang ke gawang Persipura Jayapura. Pertandingan berakhir 5-1.
Seirama dengan ekpresi kesedihan Marc Klok ia menyampaikan, jika gol ini sebagai bukti bahwa dirinya bisa menjadi kebanggan keluarganya.
Suaranya bergetar, ia menatap ibunya yang duduk diantara para wartawan. “Saya senang mereka (ibu dan nenek) datang. Saya persembahkan ini untuk mereka dan yang berada di Surga (mungkin yang dimaksud Ayahnya),” katanya pelan.
“Ini masalah yang sangat sensitif, saya tidak bisa memberikan banyak komentar,” ia melanjutkan sambil tertunduk dan berusaha menyembunyikan kesedihan.
Sesaat suasana di ruangan yang sedikit pengap itu jadi hening, semua terdiam. Sementara Robert Rene Alberts, pelatih PSM Makassar yang duduk disebelahnya hanya tersenyum.
Ia paham apa yang harus dilakukannya sebagai mentor. Sesi wawancara berakhir, lalu keduanya bangkit dari tempat duduk.
Seperti biasa, Robert selalu mengajak wartwan berfoto bersama setelah sesi wawancara. Ia naik di meja, mengajak Marc Klok, beberapa wartawan mengikuti. Suasan berubah jadi riuh, semua gembira, semua senang. Ibu dan Neneknya yang ada di situ juga tersenyum.
Mark Anthony Klok menjadi pemain penting di PSM Makassar. Perannya sebagai gelandang cukup membantu tim. Memutus serangan lawan dan ikut menyerang saat diperlukan.
Akurasi tembakannya cukup bagus. Tetbukti, satu dari dua golnya tercipta dari eksekusi sepak pojok.
bersama dua pemain muda (U-23) PSM Makassar Asnawi Mangkualam dan Arfan, lini tengah Juku Eja berhasil mematikan pergerakan Boas Solossa dkk.
Kemenangan ini membuat PSM makassar memperlebar jarak dari pesaingnya. Betah dipuncak klasemen dengan 20 poin selisih 4 poin dari Madura United dan Persipura Jayapura yang menguntit diperingkat 2 dan 3 klasemen Liga 1.
(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds