Sikap Politik Cakka Tidak Jelas, Wicaksono: Itu Namanya Tidak Konsisten

Bupati Luwu Andi Mudzakkar

Bupati Luwu Andi Mudzakkar

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Deklarasi penentuan sosok yang mendampingi Ichsan Yasin Limpo (IYL) tinggal beberapa hari lagi.

Dari lima bakal balon pendamping, mencuat berbagai macam pandangan, bahwa figur yang akan terpilih adalah Andi Mudzakkar Alias Cakka.

 

Dengan begitu beberapa orang berpendapat itu menjadi bukti yang kuat bahwa Cakka tidak konsisten dengan sikap politiknya, apalagi dia merupakan seorang kepala daerah.

Berdasarkan beberapa pemberitaan sebelumya, Cakka merupakan salah satu ketua DPD II Golkar yang getol mendorong Nurdin Halid untuk maju di Pilgub Sulsel 2018.

Bupati dua periode ini juga sempat menyakan siap untuk memenangkan NH di Pilgub Sulsel 2018 dan pernah menawarkan diri tampil di garda terdepan untuk memenangkan Ketua Golkar Sulsel itu.

Cakka juga pernah menyatakan statement bahwa dirinya akan siap mundur jika ada Wija To Luwu (orang Luwu) maju di Pilgub kali ini.

Nah, sekarang, Aziz Qahhar Mudzakkar sudah dipastikan bertarung berpasangan Nurdin Halid pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, pernyataan demi peryataan yang telah dilontarkan olehnya kini tinggal jadi angin lalu. Hal itu terbukti dengan semakin memperlihatkan keseriusannya maju sebagai 02 dari Balon Gubernur IYL di Pilgub Sulsel.

Pakar politik Unibos Makassar Arif Wicaksono berpendapat bahwa sikap yang seperti itu sangat tidak baik dalam etika politik.

“Dan, dari segi etika berpolitik sangat tidak bagus. Kalau Cakka sudah pernah menandatangi fakta integritas. Terlebih menyatakan dukungan ke NH lantas berubah, itu namanya tidak konsisten dan komitmen,” katanya.

Akademisi Unibos ini bahkan mengungkapkan, sikap seperti itu dalam politik adalah hal yang sering terjadi. Di mana ketika berbicara kepentingan, semua bisa berubah.

“Jangan sikap figur, janji politik setelah terpilih jadi pemimpin kadang mereka lupa. Bahkan, tidak direalisasikan,” ungkap Arif.
Oleh katenanya, lanjut Arif, dalam menghadapi Pilgub Sulsel mendatang, ia meminta masyarakat tidak salah memilih pemimpinnya.

“Sebab, bukan hanya menyangkut masa depan daerah ini dan rakyatnya, tapi Sulsel adalah masa depan Indonesia,” tandas Dosen Fakultas Ilmu Politik Unibos tersebut.

(gunawan/pojoksulsel)



loading...

Feeds