POJOK JUMAT : Relevansi Islam dan Pancasila

Ilham S.Ag, M.Pd.I, khatib salat Jumat di Masjid Nurul Amir Kompleks Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Ilham S.Ag, M.Pd.I, khatib salat Jumat di Masjid Nurul Amir Kompleks Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Hari kelahiran Pancasila 1 Juni, atau lebih dikenal hari Kesaktian Pancasila untuk pertama kalinya diperingati dengan melakukan upacara di seleruh wilayah di Indonesia.

Peringatan hari kesaktian Pancasila dengan upacara sebagai upaya untuk semakin menguatkan ideologi Pancasila di Indonesia, di tengah munculnya wacana mencoba mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi khilafah.

 

Sehubungan dengan itu, Ilham S.Ag, M.Pd.I, khatib salat Jumat di Masjid Nurul Amir Kompleks Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar menguraikan relevansi atau hubungan Islam dengan Pancasila.

Dia mengatakan, Islam dan Pancasila memiliki keterkaitan yang sangat erat. Setiap sila yang termaktub dalam Pancasila tidak jauh dari nilai-nilai Islam.

Pada Sila pertama Pancasila yakni ketuahan Yang Maha Esa, sangat terkait dengan quran surah Al Ikhlas ayat 1. Karena itu, bulan Ramadan dapat menjadi momentum memperbanyak amalan, seperti membaca alquran, memperbanyak sedekah, dan amalan lainnya.

“Dan amalan itu akan semakin memperkuat eksistensi atau keberadaan kita menyakini Allah sebagai pencipta. Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa,” kata Ustad Ilham.

Sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, juga terkait dengan quran surah An Nisa ayat 135 yang terjemahnya adalah jangan mengikuti hawa nafsumu dan hendaklah berlaku adil.

Ilham mengatakan, di balik ibadah puasa dapat meredam hawa nafsu dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Setelah itu, Allah melanjutkan hendaklah kamu berlaku adil.

Selain itu dalam salah satu hadits nabi disebutkan, “didiklah anak-anak kita dan perbaikilah adab-adab mereka dan perbaikilah tingkah laku mereka”

Selanjutnya, pada sila ketiga Pancasila tentang persatuan Indonesia berhubungan erat pada quran surah Alhujurat ayat 13 yang terjemahnya,
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti”

“Karenanya, siapa saja manusia, apapun sukunya apa, pun rasnya hendaknya mereka membina persatuan degan saling kenal mengenal,” kata Ustad Ilham yang juga Dosen Pendidikan Agama Islam STAI DDI Pangkep.

Begitu dengan sila keempat Pancasila terkait erat denga quran surah Assyuara ayat 38. Dan sila kelima Pancasila berkaitan erat dengan quran surah an Nahl ayat 90.

“Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah, maka Masjid Nabawi dijadikan sebagai tempat multifungsi. Tempat berkoordinasi, musyawarah dan berbicara soal kepentingan umat dan negara,” tandas Ustad Ilham.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds