Penangkapan Habib Rizieq Bisa Memicu Konflik Baru

Habib Rizieq (Instagram)

Habib Rizieq (Instagram)

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo menyambangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Kehadirannya di Komnas HAM untuk melakukan penjemputan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Pasalnya, Sambo mengaku mendapat informasi pada saat Habib Rizieq tiba di bandara maka akan langsung ditangkap pihak Polda Metro Jaya, untuk dilakukan penahanan.

“Kami meminta kepada Komnas HAM menyambut Habib Rizieq,” ujar Sambo di Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Manurut Sambo apabila polisi langsung melakukan penahanan. Maka umat Islam akan marah. Karena itu, dirinya khawatir hal ini bisa menimbulkan kegaduhan baru.

“Kalau Habib Rizieq pulang langsung ditangkap maka umat Islam bisa bergerak dan memicu konflik,” tegasnya.

Sementara di tempat yang sama Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengaku akan melakukan penjemputan terhadap Habib Rizieq. Karena dia tidak ingin adanya kemarahan dari umat Islam.

“Komnas HAM telah diberikan amanat dan akan menjemput Habub Rizieq di Bandara,“ kata Pigai.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka kasus dugaan chat dengan konten pornografi dengan tersangka Firza Husein.

Argo juga mengatakan, penyidik telah mengantongi cukup alat bukti terkait penetapan tersangka ini.

Beberapa bukti antara lain percakapan chat WhatsApp yang diduga dilakukan Habib Rizieq dengan Firza Husein, dan ponsel milik Habib Rizieq.

Dalam hal ini Habib Rizieq disangka dengan Pasal 4 ayat 1 juncto 29 dan atau Pasal 6 juncto 32 dan atau Pasal 8 juncto 34, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tenang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

(cr2/JPG)



loading...

Feeds