Alamak… Wakasat Narkoba Gadungan Paksa Cewek Bugil, Lalu…

Widarta Prawiro, polisi gadungan yang mengaku jadi Wakasat Narkoba diringkus Satuan Resnakorba Polrestabes Surabaya. (Dida Tenola/JawaPos.com)

Widarta Prawiro, polisi gadungan yang mengaku jadi Wakasat Narkoba diringkus Satuan Resnakorba Polrestabes Surabaya. (Dida Tenola/JawaPos.com)

POJOKSULSEL.com, SURABAYA – Tim Antibandit Polrestabes Surabaya berhasil menangkap Widarta Prawiro yang diduga kuat sebagai pelaku penculikan dan pelecehan terhadap DY, Jumat (2/6/2017).

Widarta melakukan perbuatan itu demi fantasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, DY yang sedang berada di kawasan Pantai Ria Kenjeran bersama temannya tiba-tiba dihampiri oleh seorang lelaki yang mengaku sebagai polisi yang berdinas di Satreskoba Polrestabes Surabaya.

DY dituduh memakai narkoba lantas dipaksa untuk masuk ke dalam mobil dan diajak berkeliling. Di dalam mobil cewek asal Semampir, Surabaya itu diminta untuk menanggalkan semua pakaiannya.

DY kemudian diminta untuk memeragakan solo seks dengan menggesekkan tangan ke alat kelaminnya sendiri.

Tak puas dengan itu, DY juga dibawa ke hotel di kawasan Surabaya Timur. Di sana DY kembali dipaksa melakukan hal yang sama seperti di dalam mobil.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan motif tersangka adalah demi fantasi. “Korban tidak sampai disetubuhi. Pelaku mengaku dirinya cuma menonton, dan hal itu juga sesuai dengan keterangan korban,” kata Shinto kepada awak media.

Sebelum menyuruh DY masuk ke dalam mobil, Tata, sapaan akrab pelaku, bertindak seolah-olah sebagai polisi. Awalnya dia menanyakan surat-surat kelengkapan motor DY. Setelah itu dia menuding DY mengkonsumsi narkoba. Korban tidak bisa berbuat banyak karena Tata membentak tegas, dan berlagak meyakinkan layaknya petugas asli.

Tata mengaku sebagai wakil Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya. Menuding orang lain memakai narkoba jadi jurus andalannya. Padahal, Tata sendiri adalah pengguna aktif. “Kami lakukan tes urine kepada yang bersangkutan (pelaku, red). Ternyata hasilnya positif,” tambah Shinto.

Saat ini polisi masih berusaha mendalami perbuatan Tata. Dari pengakuan awalnya, ternyata bukan sekali saja dia melakukan aksi pelecehan bermodus polisi gadungan. “Sudah tiga kali dia melakukan ini. Kami masih cari dan tunggu kalau memang ada laporan dari korban lainnya,” tutur alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu.

Tata yang berperawakan tinggi besar tidak banyak berkutik saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media. Dia cuma bisa menutupi wajahnya. Saat disuruh memperagakan adegan penculikan itu, korban ternyata diminta duduk di sebelahnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 289, 333, dan 335 KUHP. “Saya bukan polisi, cuma usaha keripik,” aku pria berusia 36 tahun tersebut singkat.

(did/JPG)



loading...

Feeds