Anak Korban Kejahatan Seksual di Luwu Alami Trauma, Orangtuanya…

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, LUWU – Kejahatan seksual yang dialami Es (9) tahun oleh seorang remaja berinisial AT (14) telah menyimpan luka psikologis mendalam terhadap korban.

Trauma berat yang ikut dirasakan orang tua pasca musibah yang menimpa korban layak mendapat perhatian dari pihak perlindungan anak.

Kebahagiaan masa kecil saat ikut bersama rekan untuk bermain seakan pupus sudah lantaran anak lebih memilih diam dan mengurung diri di rumah karena merasa malu.

Kedua orang tua saat dikonfirmasi media ini saat akan menemui Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kota Palopo, Rabu (30/5/2017) mengakui perubahan sikap yang dialami anaknya sangat jauh dan menutup diri.

“Kasihan, hingga saat ini anakku hanya di rumah nonton saja malu juga ke sekolah pernah diejek sama temannya sampai menangis, terakhir saya antar ke sekolah saat dia ulangan,” tutur Nk di benarkan oleh Sy, suaminya.

Lebih lanjut orangtua menuturkan, jika ketersinggungan si anak tiba-tiba muncul saat 2 saudaranya dilihat berbisik yang dianggap mengarah kepada dirinya, kontan si anak lari masuk kamar dan menangis.

Sementara kedua orangtua yang kesehariannya bekerja sebagai penjual di pasar juga tidak lagi aktif seperti hari-hari sebelumnya.

“Sesak, seakan mau mati rasanya, apalagi saat tahu pelakunya bebas tidak ditahan, dia tetangga, katanya ada di rumahnya sekarang, saya tutup warung jualan karena pikiran seperti terbang-terbang rasanya,” ungkapnya.

Lebih jauh orangtua Es menuturkan, sejak kejadiaan ini dirinyapun malu bertemu tetangga dan banyak menghabiskan waktu di dalam rumah menghibur korban.

Merekapun berharap adanya kepastian hukum pelaku mendapat hukuman berat dan dimasukkan ke dalam penjara.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds