Tukang Pijat Cabul, Mengaku Bisa Kembalikan Keperawanan tapi…

Ilustrasi pencabulan

Ilustrasi pencabulan

ADA-ada saja yang dilakukan pria 48 tahun berinisial Whd. Warga Jatiluhur, itu harus berurusan dengan unit PPA Polres Purwakarta karena mencabuli siswi SMA, yang menjadi pasien pijatnya.

Yah, pelaku berprofesi sebagai sopir tembak angkot dan nyambi sebagai tukang pijit. Aksi pencabulan yang dilakukan Whd terhadap siswi yang sebut saja Dahlia, terjadi sejak 2 tahun lalu.

Saat itu Dahlia masih duduk di kelas 2 dan berusia 16 tahun. Dan kini, Dahlia sudah keluar dari SMA. Awalnya, profesi Whd sebagai tukang pijat dikenal di wilayah Jatiluhur. Di suatu hari, kakek Dahlia dipijat oleh Whd di rumahnya.

Secara tidak sengaja, Whd bertemu dengan Dahlia. Sebagai duda saat melihat cewek yang bening, Whd tergoda. Setelah berkenalan, Whd mencari akal agar bisa dekat dengan Dahlia. Pelaku kemudian meminta nomor handphone Dahlia. Selanjutnya, Whd dan Dahlia kerap berkirim pesan.

Nah, setelah cukup akrab Dahlia curhat jika dia sudah tidak perawan. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku yang mengaku bisa mengembalikan Dahlia perawan lagi. Dahlia percaya. Dahlia kemudian meminta Whd mengobatinya agar kembali bisa sempit seperti perawan. Whd lantas megajak Dahlia bertemu di suatu hotel di Kota Purwakarta untuk mengobati Dahlia.

Singkatnya, di suatu siang, Whd dan Dahlia masuk ke sebuah kamar hotel. Setelah berpura-pura membacakan jampi-jampi, Whd menyuruh Dahlia telanjang. Dan sebelum ‘mengobati’, Whd menghidupkan rekaman video di handphonenya. Setelah itu, Whd meraba-raba dan memijat-mijat kemaluan Dahlia. “Saya tidak menyetubuhinya, saya hanya memijat-mijat saja,” kata Whd, kemarin.

Setelah itu, Whd ketagihan. Lalu dia mengajak Dahlia lagi dengan berpura-pura mengobati agar anu Dahlia semakin sempit. Dahlia masih percaya. Dia mau lagi diobati Whd. Tapi, di hotel yang berbeda. Whd pun merekamnya lagi dengan handphonenya.
“Bahkan di suatu hari ketika pelaku sedang mengemudi angkot, bukan pelaku memijit kemaluan korban, tapi memaksa korban memegang kemaluan pelaku,” ujar petugas unit PPA Satreskrim Polres Purwakarta.

Sejak itu, Dahlia tidak mempercayai Whd. Dia pun selalu menolak, kalau Whd mengajaknya untuk diobati. Whd kesel. Lalu, dia mengancam, akan menyebarkan video rekaman di HP-nya itu melalui media sosial. Dahlia ketakutan. Dia pun menuruti keinginan Whd. Setelah empat kali, di tempat dan waktu yang berbeda, Dahlia, tidak mau lagi.

Whd marah. Dan di beberapa pekan lalu, Whd melihat Dahlia tengah berduaan dengan seorang cowok. Whd cemburu. Dia mengancam akan menyebarkan video rekaman itu di medsos. Karena terus diacam Dahlia akhirnya memberitahu saudara dan orangtuanya. Orangtuanya tak terima dan melaporkan Whd ke polisi.

“Padahal rekaman itu sudah saya hapus, saya hanya berpura-pura aja,” ujar Whd. Whd pun sudah berupaya meminta kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Namun keluarga Dahlia menolak dan menginginkan Whd diproses sesuai hukum yang berlaku.

(ONE/lamjo/yuz/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds