Jenderal Gatot Nurmantyo Minta Waspadai Arab Spring

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta mewaspadai konflik yang terjadi di timur tengah.

Menurut dia, Indonesia tidak boleh diam atau saling bergaduh. Dikhawatirkan konflik itu akan bergeser ke negara equator.

Panglima TNI menuturkan, Indonesia saat ini menghadapi kompetisi dan ancaman global. Dalam persaingan itu tak ada kata lain kecuali menjadi pemenang dan bukan pecundang.

Untuk menjadi bangsa pemenang ada sejumlah tantangan dan peluang yang akan dihadapi bangsa Indonesia di era globalisasi. Dikatakan Panglima, konflik negara di seluruh dunia saat ini sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi. Seperti halnya  Arab Spring. Ke depan konflik bukan tak mungkin akan bergeser ke daerah ekuator. Namun bukan lagi berlatar belakang energi, tapi karena pangan.

“Inilah kompetisi global. Orang yang tinggal di luar negara-negara ekouator akan mengalami krisis pangan, energi, dan air, dan di negeri ekuator termasuk Indonesia memiliki segalanya,” ujarnya Gatot mengingatkan saat berbicara dalam Workshop Pengawasan Inpektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta, Rabu (31/5/2017)

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mengingatkan, negara yang kalah dalam kompetisi, maka negara tersebut akan menjadi negara krisis. Negara krisis bakal menjadi negara pasar yang nantinya berimbas pada krisis sosial.

“Migrasi tidak lagi bukan karena semata pengungsi, tapi ingin mencari pencaharian yang lebih baik. Maka bila kita lengah menjaga bangsa ini, maka akan dampak migrasi tersebut,” tuturnya.

Untuk itu Gatot meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) jangan sampai Pancasila akan digoyang. Bila Pancasila digoyang apalagi hilang, maka tidak ada lagi keadilan. Sebab Pancasila sangat menjunjung tinggi keadilan.

(iil/JPG)



loading...

Feeds