Alamak… Kondom Bekas Berserakan di Rumah Dinas Pak Bupati



Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Kendal di Kelurahan Jetis, Kecamatan Kota Kendal, terlihat tidak terurus karena belum juga ditempati. (Muhammad Arif Prayoga/Radar Pekalongan/JawaPos.com)

Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Kendal di Kelurahan Jetis, Kecamatan Kota Kendal, terlihat tidak terurus karena belum juga ditempati. (Muhammad Arif Prayoga/Radar Pekalongan/JawaPos.com)

POJOKSULSEL.com – Belum ditempatinya rumah dinas (rumdis) Bupati Kendal di Kelurahan Jetis, Kecamatan Kota Kendal, menjadikannya rumah tersebut dijadikan lokasi yang tidak-tidak oleh pemuda sekitar.

Ironisnya, rumah dinas itu, khususnya di bagian depan gerbang, seringkali digunakan untuk tempat mabuk-mabukkan dan mesum.

Berdasarkan pantauan Radar Pekalongan (Jawa Pos Group) di lokasi, banyak ditemukan bungkus obat batuk cair yang seringkali digunakan sebagai campuran bagi miras oplosan.

Bangunan mewah dengan luas 4 hektar dan menelan anggaran hingga Rp15 Miliar, itu menjadi mangkrak dan kian rusak karena tak juga ditempati sejak beberapa tahun ini. Bahkan, gerbang juga terlihat mengalami kerusakan di bagian kiri dan kanannya, sehingga memudahkan bagi siapa pun untuk memasuki kawasan tersebut.

Warga Jetis, Kasiyanto mengatakan, rumah dinas tidak berpenghuni tersebut seringkali dibuat nongkrong anak-anak muda, terutama saat malam hari. Minimnya penerangan juga diduga menjadikan Rumdin seringkali sebagai tempat mesum untuk berpacaran anak-anak muda.

Apalagi wilayah sekitar Rumdin baru Bupati masih berupa area persawahan, sedangkan rumah-rumah warga berjarak agak jauh dari lokasi tersebut. “Kalau malam kan disana gelap, banyak anak muda nongkrong mabuk-mabukan bahkan pacaran. Padahal semestinya tempat itu bukan untuk dibuat mesum,” ujar petani tersebut.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Subarso mengakui pihaknya sudah banyak mendapat laporan masyarakat terkait banyaknya anak muda yang suka mabuk-mabukan dan pacaran di area Rumdin tersebut. Bahkan tidak hanya sampah bungkus obat batuk cair saja, seringkali ditemukan kondom bekas di sekitar bangunan tersebut.

Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar Rumdin baru Bupati Kendal yang belum pernah ditempati ini, tidak lagi disalahgunakan.

“Saya sering gelar operasi di Rumdin baru tersebut, namun tiap datang mereka kabur semua. Karena banyak celah untuk keluar, apalagi kondisi sekitar juga gelap,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Kendal, Mirna Annisa memang telah menyatakan keengganannya untuk menempati Rumdin baru tersebut karena dianggap terlalu besar. Selain itu, letaknya memang relatif lebih jauh dari pusat perkantoran Pemkab Kendal jika dibandingkan rumah dinas lama.

“Saya sementara ini masih lebih memilih untuk menempati rumah dinas yang lama. Karena letaknya relatif dekat dengan Kompleks Setda Kendal, sehingga kalau ada kegiatan, dapat segera hadir. Ini juga menjadikan saya lebih dekat ke masyarakat,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pembangunan Rumdin sendiri dianggap belum selesai secara keseluruhan karena masih ada Sarpras yang belum dipenuhi. Kalau proses sudah selesai, pihaknya meminta bangunan tersebut digunakan untuk pusat kegiatan lain yang bisa berfungsi bagi orang banyak, seperti kegiatan kemasyarakatan, kesenian atau kebudayaan.

“Silahkan saja jika bangunan tersebut hendak dimanfaatkan bagi kegiatan kemasyarakatan,” paparnya.

(yog/yuz/JPG)



loading...

Feeds