Wujudkan Infrastruktur Tuntas Pasca Banjir, Ini yang Dilakukan BPBD Lutra

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) saat ini tengah giat melakukan upaya-upaya preventif dalam mengatasi persoalan kebencanaan, khususnya bencana banjir. Upaya ini juga ditopang oleh keterlibatan aktif masyarakat yang secara massif dan intens membangun kembali semangat kegotongroyongan dengan model swadaya murni masyarakat.

Terbaru, BPBD meluncurkan program Infrastruktur Tuntas Pasca Banjir. Program ini di antaranya adalah memperbaiki tanggul 100 meter di empat wilayah lokus, dan pembuatan sumur tertutup yang diberi nama sumur ocok-ocok dengan menggunakan sistem Saringan Pasir Lambat (SPL).

“Kita ada program terbaru, namanya program Infrastruktur Tuntas Pasca Banjir. Di mana dalam program ini, kita akan memperbaiki 100 meter tanggul yang rusak dengan pola gotong royong di 4 wilayah lokus serta pembuatan sumur ocok-ocok dengan sistem SPL. Jadi, air yang tidak layak konsumsi menjadi air yang layak konsumsi,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Luwu Utara, Alauddin Sukri, Senin (29/5)

Menurut Alauddin, program ini lebih menitikberatkan pada semangat kegotongroyongan, di mana masyarakat dituntut terlibat aktif secara massif dalam melaksanakan program tersebut. Dengan swadaya murni dari masyarakat, yang diinisiasi pemerintah (BPBD), maka diharapkan budaya gotong royong senantiasa terbangun dalam mengatasi persoalan kebencanaan di Luwu Utara.

“Ada target yang ingin kita capai, yaitu bagaimana masyarakat membangun kembali semangat kegotongroyongan dalam mengatasi persoalan kebencanaan ini, khususnya banjir. Atas inisiasi pemerintah, masyarakat diharapkan bisa membangun itu secara swadaya, dengan dibantu keterlibatan aparat pemerintah desa dan Babinsa,” tandas Alauddin.

Di tempat terpisah, saat menyambangi lokasi kegiatan dari program tersebut di Desa Subur, Kecamatan Sumakaju, terlihat semangat gotong royong mulai terbangun. Hal ini dibuktikan dengan mulai terbangunnya sarana infrastruktur dimaksud. Sumur ocok-ocok misalnya, sudah mulai dimanfaatkan penggunaannya oleh masyarakat.

“Bisa kita lihat sendiri bahwa di wilayah ini sudah mulai terlihat semangat itu. Sumur ocok-ocok ini sudah mulai kita maksimalkan guna mengatasi keterbatasan air bersih. Dan ini tentunya akan kita lanjutkan dengan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu. Keberadaan Tim Relawan Tanggap Bencana dan Keterlibatan Babinsa tentu sangat membantu masyarakat,” pungkas Kepala Desa Subur, Darwis.

Rilis:
Humas dan Protokoler Pemkab Luwu Utara

(Lukman Hamarong)



loading...

Feeds

politik sulsel, pemilu 2019, kpu maros, ppk maros, tes ppk maros

114 Calon PPK Maros Ikut Ujian Tulis

POJOKSULSEL.com MAROS – Sebanyak 144 calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Maros mengikuti tes tertulis di Gedung Serbaguna …