Ternyata, Kebiasaan Makan di Tempat Kerja Pengaruhi Kesehatan

Ilustrasi

Ilustrasi

DISADARI atau tidak, pekerja kantoran menghabiskan sepertiga hidupnya dalam kantor dan makan di mejanya. Kebiasaan memilih makan siang di meja kantor dengan tidak keluar dari kantor biasanya dimulai dengan menunda sarapan dan hanya mengkonsumsi secangkir kopi. Sayangnya orang-orang tidak menyadari, betapa kebiasaan tersebut mempengaruhi kesehatan mereka.

Ahli gizi yang juga ahli diet Susie Burrell mengatakan, saat kita memilih duduk terlalu lama di meja, akan menyebabkan metabolism tidak bekerja secara efektif. Termasuk hormon yang mengatur nafsu makan dan pembakaran lemak tidak bekerja dengan baik. ’’Lebih baik saat jam makan, keluar. Berjalan, meskipun sedikit tapi tubuh kita ikut bergerak untuk membakar kalori,’’ paparnya.

Selain itu, skip waktu sarapan dengan hanya minum kopi memang bisa menaikkan energi, namun bila kebiasaan itu dikombinasikan dengan makan siang tinggi karbohidrat, bisa berefek samping pada energi yang cepat hilang saat sore. Akhirnya kita menjadi lesu di sore hari. ’’Jadi ketika siang hari, sebaiknya kita mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi. Boleh dicampur karbohidrat dengan porsi yang sewajarnya,’’ ungkap Burrel.

Dengan porsi protein dan karbohidrat yang seimbang, bisa mencegah tubuh kita menjadi cepat lelah, bahkan juga menjaga fungsi kognitif bekerja dengan maksimal. Sayangnya, trend dan habit yang terjadi di sekeliling kita cenderung membuat orang-orang makan makanan tinggi karbo seperti pizza di desk-nya. ’’Menjaga exercise atau olahraga secara rutin juga bisa menjaga berat badan kita tetap stabil,’’ paparnya.

(dailymail/ina/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds