Nasran Mone Mau Jadi 02 Danny, Pakar Politik Ini Bilang…

Nasran Mone

Nasran Mone

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Salah satu bakal calon kontestan Pilkada Makassar 2018 Nasram Mone (Cak Mon), kini tengah membangun strategi politik yang matang.

Bahkan, melalui medsos, Nasran Mone getol mengkampanyekan dirinya untuk menjadi 02 bagi balon incumben Danny Pomanto di Pilkada Makassar.

 

Hal tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi beberapa kalangan, salah satunnya datang dari pakar Ilmu Politik Unibos, Arif Wicaksono.

Menurut Akademisi Unibos ini, bahwa balon yang memilik tagline ‘Nakke Tosseng’ itu memiliki peluang untuk mendampingi Danny di Pilwalkot Makassar.

“Saya kira peluang pasangan Danny Pomanto bisa siapa saja, termasuk pak Nasran Mone, mengingat DP sekarang adalah incumbent dan memiliki atau menguasai kekuatan birokrasi Pemkot Makassar,” jelas Arif kepada pojoksulsel.com, Selasa (30/5/2017).

Peluang tersebut dikarenakan, kata Arif, Nasram mone adalah salah satu Balon yang memiliki basis massa real di kota Makassar, mengingat posisi jabatannya sebagai anggota DPRD 3 periode, ditambah lagi, Nasram juga merupakan pembina pada beberapa organisasi masyarakat.

Oleh karenanya, Arif mengatakan, sudah dipastikan, bahwa Cak Mon memiliki basis Rill yang selalu terjaga dari dulu hingga kini serta sudah tentu cukup punya peluang yang besar untuk berdampingan Danny Pomanto.

“Sebagai mantan anggota legislatif pak Nasran Mone tentu punya basis massa dan pemilih yang cukup baik, dan jika beliau terus menjaga hubungan baik dengan konstituennya, serta terus membina organisasi masyarakat, maka saya kira itu modal buat NM,” tutur Arif Wicaksono.

Arif Wicaksono menambahkan, salah satu yang harus diketahui bahwa, semasa di DPRD,  Nasran Mone banyak memberi gagasan diantanya insentif RW dan RT se kota makassar, yang di mulai dari 75 ribu insentif RW dan 50 ribu Insentif RT, dan kini sudah mencapai 1 juta insentif RW/RT.

Namun, Arif Wicaksono tetap menekankan, bahwa, kalkulasi politik atau simulasinya tidak sesederhana itu, diperlukan kerja politik yang lebih terukur untuk berpasangan dengan incumbent. Karena petahana saat ini bukan orang partai dan masih sementara juga mencari partai pengusung.

(gunawan/pojoksulsel)



loading...

Feeds