Bupati Indah Bentuk Dua Tim Safari Ramadan

BUPATI Luwu Utara Indah Putri Indriani melaksanakan ibadah salat tarawih pertamanya di Masjid Agung Syuhada Masamba, Jumat (27/5/2017).

BUPATI Luwu Utara Indah Putri Indriani melaksanakan ibadah salat tarawih pertamanya di Masjid Agung Syuhada Masamba, Jumat (27/5/2017).

DALAM rangka mempererat ukhuwah islamiyah, Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara, dalam hal ini Bupati Indah Putri Indriani, membentuk dua Tim Safari Ramadan.

Masing-masing tim dibagi ke dalam 10 kelompok. Kelompok-kelompok inilah yang disebar di 9 kecamatan untuk melakukan safari Ramadan di beberapa masjid yang telah ditentukan. Menariknya, seluruh pimpinan Forkopimda juga dilibatkan ke dalam tim tersebut.

Tim Safari Ramadan ini diperkuat dengan Surat Mandat Bupati Luwu Utara Nomor 451.13/094/Kesra. Dalam Surat Mandat yang dikeluarkan pada 19 Mei 2017 itu, seluruh tim yang terlibat, utamanya para Pimpinan SKPD beserta jajarannya, harus melaksanakan mandat yang diberikan sesuai tugas dan fungsinya dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Surat mandat ini diberikan untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Bupati dalam surat mandat tersebut.

Sudah jadi tradisi setiap tahunnya bahwa dalam menyambut Bulan Suci Ramadan, terlebih dahulu pemerintah membentuk tim Safari Ramadan yang nantinya akan bersafari di setiap wilayah kecamatan, dengan menggandeng para muballigh.

Seperti Ramadan kemarin,  Tim terlebih dahulu berbuka puasa bersama di kantor kecamatan, kemudian salat magrib bersama. Setelah itu, dilanjutkan dengan salat isya dan tarawih bersama di masjid yang telah ditentukan.

Berdasarkan jadwal yang ada, Tim Safari Ramadan memulai safari ramadannya di Kecamatan Malangke Barat dan Malangke pada 29 Mei 2017. Setelah itu, Tim Safari Ramadan nantinya akan mengakhiri safari ramadannya di Kecamatan Masamba pada 2 Juni 2017.

Berikut beberapa nama muballigh yang masuk ke dalam tim Safari Ramadan Pemda Lutra: Ustadz Abdul Malik Siaman, Ustadz Dullah, Ustadz Hatta Yasin, Ustadz Amiruddin, dan Ustadz Pahri Fattah. Materi ceramah dihimbau tidak mengandung unsur politik, tapi mengandung unsur toleransi antarumat beragama. (rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds