Lambat Tangani Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Polres Luwu Disorot

Ilustrasi pencabulan

Ilustrasi pencabulan

POJOKSULSEL.com, LUWU – Aparat Polres Luwu mendapat sorotan terkait kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang menimpa seorang bocah SD berumur 9 tahun.

Kasus pencabulan yang menimpa murdi SD berinisial E yang dilakukan oleh remaja SMP berinisial AT alias AL (14) tahun terjadi di Dusun Mamara, Desa Salubua, Kecamatan Suli Barat, kabupaten Luwu, Jumat (12/5/2017) lalu

 

Peristiwa tersebut nyaris tidak diketahui keluarga lantaran korban takut untuk mengadu kepada orangtuanya. Peristiwa pun baru diketahui saat ibu korban curiga dengan sikap anak yang sering mengeluh sakit dan tidak mau makan.

Nukra, ibu korban saat dikonfirmasi, Senin (29/5/2017) menyatakan kesaksian awal saat pertama mengetahui peristiwa tersebut 4 hari kemudian.

“Saya curiga sama anakku, karena saya liat sering kencing, saya ikuti masuk wc dia kencing dibaskom, saya peluk dan tanyakan katanya sakit pepeku, AT yang anuki, jahatki orang, ayomi pindah ke Makassar mama,” tutur Nukra menirukan kata anaknya dengan nada sedih.

Peristiwa pun terjadi saat rumah sepi di mana korban berada di kamar mengasuh adiknya. Pelaku tiba-tiba masuk kamar korban saat sholat Jumat sedang berlangsung dan kemudian memaksa korban untuk diikuti kemauannya. Korban yang sempat berontak mengaku diberi lakban supaya tidak berteriak.

saat mengetahui peristiwa cabul yang menimpa anaknya, ibu korbanpun lansung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Suli yang kemudian ditindaklanjuti untuk mendapatkan visum di rumah sakit.

Namun kekecewaan keluargapun muncul lantaran kasus yang kemudian dirujuk dan berproses serta ditangani unit PPA Satreskrim Polres Luwu ini tidak sesuai dengan yang diharapkan, lantaran pelaku yang dianggap telah menghancurkan masa depan anaknya telah dibebaskan setelah 4 hari sempat menjadi tahanan.

“Ini saya minta keadilan, saya tidak punya uang, tapi saya tidak mau damai, kemarin saya dapat panggilan polisi malah diberitahu AT dibebaskan”. lanjut Nukra.

Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Muh Hatta saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya hanya bisa melimpahkan wawancara kepada petugas penyidik yang menangani kasus tersebut.

“Iya, pernyataannya besok sama pak Nugroho, dia selaku penyidik yang menangani kasus ini,” ujarnya.

(bayu/pojoksulsel)



loading...

Feeds

video umi pipik

Video Umi Pipik Bikin Heboh

POJOKSULSEL.com – Pipik Dian Irawati atau akrab disapa Umi Pipik banyak dibicarakan setelah isu pernikahannya dengan Sunu eks Matta band. …
Sylvano Comvalius

Bali United Lepas Sylvano Comvalius

POJOKSULSEL.com – Bali United dikabarkan melepas mesin golnya, Sylvano Comvalius, musim depan. Kabar putusnya kontra pencetak gol terbanyak di Liga …
lurah jagong pangkep

Lurah Pangkep Potong Insentif RW?

POJOSKSULSEL.com, PANGKEP – Diisukan potong insentif RW oleh warganya, Lurang Jagong Kabupaten Pangkep, Restu Alamsyah, membantah tudingan yang dialamatkan padanya …