Sejarah Coto Makassar: Dulunya Makanan Rakyat Jelata

Ilustrasi Coto Makassar. NET

Ilustrasi Coto Makassar. NET

POJOKSULSEL.com – Datang ke Kota Makassar, tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi hidangan Coto Makassar.

Ya, Coto Makassar merupakan makanan khas Sulawesi Selatan yang memiliki segudang cerita.

Ada nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Tidak hanya sekadar pemanja lidah dan penghilang lapar.

Makanan berkuah santan bercampur jeroan yang biasa disajikan dengan ketupat atau nasi ini sudah terkenal di Indonesia.

Tapi bagaimana dengan sejarah dan rahasia kenimatannya?

Sejarawan muda, Rusdiansyah Rais bercerita mengenai asal muasal Coto Makassar kepada seperti yang dilansir Fajar Online (Jawa Pos Group).

Coto Makassar sendiri hadir ketika Islam masuk pertama kali di Sulawesi Selatan pada 1500 masehi lalu.

Tepatnya di sebuah daerah di antara perbatasan Kabupaten Takalar dan Gowa di Sulsel. Di sana terdapat kerajaan kecil yang bernama Bajeng.

Di kerajaan itu ada seorang juru masak yang sering dipanggil Toak yang sangat suka berkreasi dengan berbagai jenis masakan.

Kala itu, belum ada daging sapi, hanya terdapat daging Kerbau. Jadi setiap harinya raja-raja diberi sajian daging tersebut.

Karena yang diambil hanya dagingnya, maka seluruh isi perutnya dibuang. Toak yang merupakan koki handal kerajaan merasa sayang setiap melihat bagian dalam hewan itu dibuang percuma.

Sedangkan masyarakat di luar kerajaan tidak pernah merasakan nikmatnya daging.



loading...

Feeds