SYL Salam Punggawa di Iklan Ramadan, Djusman AR: Kok Begitu?

Djusman AR

Djusman AR

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Semiotika salam “punggawa” Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam iklan selamat Ramadan yang ditayangkan di stasiun televisi lokal menuia polemik. Direktur LP Sibuk Djusman AR menilai apa yang dilakukan SYL merupakan langkah yang tidak etis.

“SYL harus sadar akan itu (keberpihakan). Sikap tersebut juga berpotensi menimbulkan instabilitas Pilgub Sulsel nantinya,” kata Djusman AR, Sabtu (27/5/2017).

 

Sebagaimana diketahui, salam khas “punggawa” dipopulerkan oleh mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo (IYL) yang tidak lain merupakan adik kandung dari SYL. Salam punggawa menjadi ikon IYL yang akan maju bertarung di Pilgub Sulsel 2018.

Diberitakan, video berdurasi sekira satu menit itu, memperlihatkan tangan Syahrul mengepakkan keduanya di bagian dada, setelah memberi hormat sembari mengucapkan “salama tapada salama.”

“Yang mau tidak mau selaku pemimpin provinsi akan berdampak juga kepada dirinya (SYL). Sangat disayangkan, tokoh hebat kok begitu. Yang haluslah mainnya,” kata Djusman AR.

Djusman AR mengatakan, semiotika salam punggawa Syahrul Yasin Limpo tentunya sangat disayangkan. Mengingat, kata Djusman AR, SYL dikenal sebagai tokoh demokrasi atau politik Sulsel yang saat ini menjabat sebagai gubernur.

Syahrul Yasin Limpo sebagai gubernur Sulsel, kata Djusman AR, dituntut memperlihatkan sikap profesiaonal selaku ketua Muspida Provinsi Sulsel.

“Diakui bahwa memang sangat sulit terpisahkan secara biologis kakak- adik, namun itulah ujian negarawannya. Banyak hal yang dikhawatirkan jika SYL terang-terangan seperti itu (mendukung IYL),” kata Djusman AR.

Salah satunya, kata Djusman AR, secara tidak langsung akan mempengaruhi sikap SKPD Provinsi Sulsel untuk terlibat politik praktis. Efek lanjutannya adalah, kata Djusman AR, dapat berdampak pada konsentrasi kerja dan keberpihakan.

“Tentunya juga sagat berpotensi menggunakan fasilitas negara/daerah atau rakyat, yang tidak dibenarkan dalam ketentuan UU Pilkada khususnya terhadap PNS.

“Atas sikap terang-teranganya itu tentu juga semakin menguatkan pendapat publik bahwa SYL tidak mau kekuasaan itu beralih kepada orang lain. Bahasa kasarnya justru semakin ingin memperkuat dinastinya,” papar Djusman AR.

Sekadar diketahui, selain IYL, kandidat yang diperkirakan akan maju di Pilgub Sulsel, di antaranya Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid (NH) yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar.

Juga Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA)

(gunawan songki/pojoksulsel)



loading...

Feeds