Tips Agar Tak Loyo Saat Puasa

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu (27/5/2017) besok.

Nah, tubuh perlu menyesuaikan diri agar tetap prima saat menjalankan ibadah puasa. Jadi, sangat perlu mengetahui menu apa saja yang tepat saat awal puasa.

Direktur Akademi Gizi Surabaya Andrianto menuturkan bahwa tiga hari pertama merupakan penyesuaian tubuh dengan kebiasaan yang baru. ”Tubuh akan mulai beradaptasi. Biasanya makan dengan bebas, kini pada jam tertentu harus menahan makan dan minum,” ucap Andri.

Mantan ketua Persatuan Ahli Gizi Jawa Timur itu menyarankan untuk memperhatikan menu saat hari-hari pertama puasa. Menu seimbang dan banyak minum sangat disarankan. ”Jangan terlalu banyak makan agar perut tetap nyaman,” katanya.

Jenis karbohidrat kompleks sangat baik di awal puasa. Misalnya, beras merah, gandum, dan oat. Karbohidrat kompleks itu merupakan jenis karbohidrat yang tidak bisa langsung dicerna oleh tubuh untuk menjadi glukosa. Dengan demikian, perut tidak mudah lapar.

Namun, Andri memberikan catatan pada penderita mag untuk tidak mengonsumsi beras merah karena akan mengganggu lambung. ”Beras merah itu memang lebih baik bagi orang yang tidak punya masalah di pencernaan,” tuturnya.

Karbohidrat memang bagus untuk menjaga tubuh agar tidak lemas saat berpuasa. Glukosa yang dihasilkan akan menstabilkan kadar gula di dalam darah. Jika glukosa rendah, tubuh bisa jadi lemas yang akhirnya berpengaruh pada performa kerja saat puasa.

Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah protein dalam makanan. Setiap sahur hendaknya memperhatikan kandungan protein. Protein bisa didapat dari hewan maupun tumbuhan. Dari hewan contohnya pada daging dan ikan. Pada tumbuhan, protein terdapat pada kacang-kacangan. Protein hewani dan nabati harus seimbang. ”Bisa masing-masing 50 gram,” ucap Andri.

Susu tidak disarankan dikonsumsi saat sahur. Sebab, bisa jadi menimbulkan kantuk. ”Zat dalam susu itu perlu. Jadi, lebih tepat dikonsumsi malam sebelum tidur,” ungkapnya.

Pada puasa hari pertama, tidak perlu makan yang terlalu banyak. Porsi disesuaikan. ”Sahur yang terlalu kenyang membuat siangnya lemas,” kata Andri. Hal itu disebabkan tubuh bekerja keras untuk mencerna makanan tersebut. ”Kita tidak perlu takut kelaparan karena biasanya aktivitas pun akan lebih rendah dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Selanjutnya, pada saat buka puasa, diharapkan tidak gelap mata. Walaupun lapar, tidak disarankan langsung makan besar. Cukup makan buah dengan porsi kecil dan minum manis. ”Agar pencernaan tidak kaget. Kalau makan banyak, nanti jadi begah,” katanya. Setelah salat Magrib, bisa dilanjutkan makan besar.

Nah, setelah salat Tarawih, jika masih ingin makan, bisa makan camilan dan minum air putih. ”Sebelum tidur, juga diusahakan minum air putih,” sarannya.

Bagi mereka yang memiliki diabetes melitus, puasa tetap bisa dijalankan. Yang penting, gula darahnya terkontrol dan sudah dikonsultasikan dengan dokter. Makanan yang dikonsumsi tidak jauh berbeda dengan hari biasa. ”Misalnya, dia menjalankan diet DM 1.500 kalori. Ya, kalau puasa, tetap itu yang dikonsumsi. Hanya waktunya yang diubah,” jelas Budi Utami SGz MPh. Jumlah kalori tersebut dibagi saat sahur 40 persen, buka puasa 50 persen, dan bisa ditambahkan satu kali lagi 10 persen sekitar satu jam sebelum tidur. Tidak jauh beda dengan orang normal, karbohidrat kompleks menjadi pilihan utama agar glukosa bertahan lama di tubuh.

Dosen lulusan UGM itu juga mengingatkan orang-orang DM untuk tidak tertipu dengan sup buah saat berbuka. Meski terlihat sehat, ada bahaya tersembunyi di baliknya. ”Biasanya, kan ada sirup dan gula. Itu kan kandungan gulanya tinggi. Padahal, kebutuhan orang DM hanya 5 persen dari kebutuhan total,” terangnya. Jika masih ingin mengonsumsi, sebaiknya pilih salah satu. Cukup ditambahkan sirup atau gula.

Kadar gula darah pun harus dipantau secara rutin. Termasuk mengenali kondisi tubuh sendiri. ”Kalau sudah lemah, pusing, atau ada tanda-tanda hipoglikemik, sebaiknya dibatalkan,” lanjut perempuan yang akrab disapa Beu tersebut.

(JPNN)



loading...

Feeds