TARHIB RAMAdan: Menumbuhkan Integritas untuk Mencapai Derajat Takwa

Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz Bachtiar Nasir

KALAU saat ini kita bisa mendengar jeritan penduduk kubur, jasad kita pasti bergetar mendengarnya. Apa yang gerangan yang dikatakan oleh penduduk kubur? Sebagaimana yang telah digambarkan dalam surat al-Mu’minun ayat 99 dan ayat 100:

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ. لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.”

Ketika kematian telah datang kepada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, mereka memohon kepada-Nya agar dikembalikan ke dunia untuk berbuat amal shalih. Akan tetapi, Allah menegaskan “Kalla”, sekali-kali tidak, maka itulah yang membuat mereka semakin menjerit. Hikmah di balik jeritan mereka agar kita yang masih hidup tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memperbanyak kesalihan. Lalu, apabila ditanya kepada penduduk kubur amalan apa yang diprioritaskan jika seandainya diberi kesempatan?

Prioritas utama yang akan mereka kerjakan yang andai hanya punya waktu satu detik adalah bersedekah dan mengikhlaskan semua kebaikan yang pernah dilakukan karena Allah SWT. Apalagi menjelang Ramadan seperti ini, penduduk kubur itu akan semakin menjerit karena diperlihatkan keutamaan bulan suci Ramadan dan bersedekah di dalamnya serta beramal shalih dengan ikhlas kepada Allah semata. Karena Ramadan adalah bulan dilipat gandakannya rahmat Allah dan ampunan-Nya terbuka lebar.

Barangsiapa yang mendapatkan bulan suci Ramadan, pasti penduduk kubur akan berkata, jangan kau lalaikan walau sehari pun waktu-waktu Ramadan itu atau mereka juga akan berteriak, jangan lewatkan walau sedetik pun kesempatan beramal di bulan suci Ramadan. Karena di malam-malam Ramadan, ada orang yang masih hidup di dunia tapi setiap malam Ramadan Allah menjaminnya telah terbebas dari api neraka.
Orangnya masih hidup dan kemungkinan masih mendapatan Ramadan tahun depan, tapi tahun ini orang itu sudah dicatat oleh Allah SWT sebagai penghuni surga.

Sebagaimana para pejuang Badar karena totalitas mereka dalam keikhlasan integritas dan dedikasi mereka dalam berjuang karena Allah sehingga dijamin ampunan atas dosa-dosa mereka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan:

فَقَالَ أَلَيْسَ مِنْ أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ لَعَلَّ اللَّهَ اطَّلَعَ إِلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ وَجَبَتْ لَكُمْ الْجَنَّةُ أَوْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ فَدَمَعَتْ عَيْنَا عُمَرَ وَقَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ

“Bukankah ia (Haathib) itu termasuk yang ikut perang Badr? Dan Allah telah menyaksikan Ahli Badar, seraya berfirman: ‘Berbuatlah apa yang kalian kehendaki, sungguh surga telah pasti bagi kalian’, atau dalam riwayat lain: ‘Aku telah mengampuni kalian’.” (HR. Bukhari Muslim)

Artinya, walaupun mujahid Badar itu masih hidup, Allah melindungi mereka agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa menjerumuskan ke dalam api neraka.



loading...

Feeds