Sidang Isbat Dimulai, Ini Paparan Menteri Agama

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Kementerian Agama menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan 1438 Hijriah, Jumat (26/5) saat ini. Sidang digelar secara tertutup di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Pada sidang isbat itu, hasil dari pemantauan 84 titik dikumpulkan.

Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin menjelaskan mengenai tahapan sidang isbat.

Sidang akan didahului oleh pemaparan dari Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama terkait hilal yang diamati di beberapa titik di Indonesia.

“Jadi posisi hilal dilihat dari seluruh wilayah di Tanah Air, bahkan dari seluruh penjuru dunia posisi hilal itu seperti apa karena dari situlah nanti akan dijajaki apakah hilal sudah bisa dilihat atau tidak,” kata Lukman.

Ia menyebut metode penentuan awal bulan suci Ramadhan dilakukan dengan dua metode yaitu hisab dan rukyat. Metode tersebut seperti diketahui sudah digunakan pemerintah sejak lama dalam menentukan awal puasa.

“Dari metode hisab, posisi hilal itu sudah bisa dihitung dia berada di atas dua derajat dari ufuk. Karenanya dimungkinkan hilal bisa dilihat. Tapi tetap ini sebatas kemungkinan karena didasarkan perhitungan. Nah ini yang harus dikonfirmasi melalui rukyat, penglihatan. Jadi kita berdoa mudah-mudahan di antara petugas yang kami sebar di seluruh titik di Tanah Air ini ada yang bisa melihat hilal itu,” sambung Lukman.

Bila hilal terlihat, maka bulan Ramadhan akan dimulai pada hari Sabtu (27/5). Namun apabila tidak, Lukman mengatakan bulan Syaban akan digenapi menjadi 30 hari dan awal puasa akan jatuh pada hari Minggu (28/5) mendatang.

“Kalau tidak ada satu pun yang melihat hilal, maka ya bulan Syaban ini akan digenapkan menjadi 30 hari lalu kemudian 1 Ramadhan baru hari Minggu,” kata Lukman.

(*/jpg/sms/pojoksatu)



loading...

Feeds