Memandang Ramadan yang Hebat

KH Bachtiar Nasir

KH Bachtiar Nasir

SEANDAINYA nyawa dicabut hari ini, maka orang-orang beriman pasti merasakan kebahagiaan. Karena mereka telah diberikan kesempatan berada dalam pelukan bulan suci Ramadan. Orang-orang beriman meyakini dahsyatnya bulan Ramadan terutama dari sisi ampunan dosa.

Maka mereka akan bergembira andai dicabut nyawanya di bulan Ramadhan. sebagaimana ukuran keberhasilan para mujahid di lapangan bukan menang atau kalah tetapi mendapatkan tropi syahadah.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mereka bisa mempunyai cara pandang sehebat itu. Sementara di sisi lain ada yang menikmati ramadhan sama seperti tahun lalu sebatas rutinitas tanpa gairah.

Taraweh sepuluh hari pertama masih antusias tapi sepuluh terahir antusias di mall-mall. Orang-orang yang memiliki niat yang luar biasa dia akan full power.

Agar bisa memandang ramadhan hebat kita akan berikan perumpamaan-perumpamaan agar mudah difahami.

Ramadan adalah bulan yang begitu sempurna tetapi tergantung bagaimana cara kita memandangnya. Karena Allah sendiri yang mempersepsikan kepada kita bahwa bulan ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran………..” (Q.S. al-Baqarah:185)

Semua Alquran diturunkan pada bulan itu padahal satu ayat saja Alquran sangat dahsyat. Padahal, satu ayat saja dalam Alquran itu sangat dahsyat pengaruhnya, misalnya dentuman al-Maidah yang baru-baru ini terjadi. akan tetapi, dalam satu malam Alquran diturunkan 30 Juz 114 surat 6.236 ayat. Tentu ini adalah sesuatu yang agung dan besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. al-Baqarah:183)

Dalam sejarah disebutkan bahwa banyak orang yang sukses karena puasa maka kita harus lebih baik dari mereka.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan” (Q.S. al-Qadr:1)

Jika ditadabburi setiap ayat-ayat yang berkaitan dengan presepsi tentang ramadhan pasti menunjukkan sesuatu yang sangat luar biasa.

Sebagai perumpamaan, untuk bisa menggaungkan piala dunia maka dilakukan persiapan dan dipromosikan sejak empat tahun sebelumnya dan betapa besar yang dikeluarkan agar semua orang tertarik untuk mengikuti ivent itu. Tetapi, ini hanya sekadar hura-hura dan nonton. Jika diminta untuk membuat suatu event yang membuat orang-orang untuk tidak berbuat maksiat dan berlomba-lomba untuk berbuat baik.

Kira-kira siapa yang mampu membuat event seperti itu?
Bulan Ramadan ini Allah sendiri yang mengondisikan itu. Tetapi yang lebih menarik adalah dalam bulan ramadhan ini kita diminta untuk berpuasa, qiyamul lail, dan banyak aktivitas-aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ada seorang ibu miskin di Cairo, Mesir. Ibu ini memiliki perempuan satu-satunya yang sakit keras dan suaminya hilang tidak berita. Dia juga tinggal bersama ayahnya yang sudah tua rentah.

Suatu malam anaknya sakit panas sementara dia tidak punya uang untuk beli obat. Karena jangan beli obat sudah berapa malam mereka tidak makan karena tidak punya uang. Akan tetapi, ibu ini cuma percaya pada janji Allah SWT lalu mengikuti perintah-Nya. Ibu ini hanya mengamalkan satu ayat

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’” (Q.S. al-Baqarah:45)

Ibu yang tidak punya uang untuk sekedar makan. Ia mengambil handuk tua lalu mengompres anaknya sambil bersabar. Karena dia tidak mampu beli obat dia hanya shalat dua rakaat. Usai shalat dua rakaat ia melihat handuknya yang hampir kering karena panas anaknya begitu tinggi.

Ibu ini hanya punya keyakinan kemudian kompres itu dibasahinya lalu ditempel dikening anaknya lalu shalat dua rakaat. Hanya itu yang bisa dia lakukan sampai satu setengah jam ibu itu komprs anaknya sambil sholat. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk tengah malam. Ternyata yang bertamu itu adalah seorang dokter.



loading...

Feeds

psm makassar

Persiba Incar Kemenangan di Mattoanging

POJOKSULSEL.com – Persiba Balikpapan akan menantang PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (24/10/2017). Melakukan lawatannya ke Makassar, Persiba Balikpapan …
Citra Kirana

Tips Kecantikan ala Citra Kirana

POJOKSULSEL.com – Pesinetron Citra Kirana memiliki keindahan tubuh yang aduhai. Di usianya yang terbilang muda, pemain sinetron Safa dan Marwah …