Danny Polisikan Supratman, Kopel: Seperti Ada yang Disembunyikan

Walikota Makassar Danny Pomanto.

Walikota Makassar Danny Pomanto.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi memberikan kritikan tajam terkait dengan langkah Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang melaporkan anggota DPRD Makassar dari Fraksi NasDem Supratman ke polisi. Kondisi ini menunjukkan Danny Pomanto terkesan menyembunyikan sesuatu yang publik tidak boleh tahu.

Wakil Direktur Kopel Indonesia Herman Kajang mengatakan, Supratman sebagai anggota DPRD Makassar menggunakan hak imunitasnya terkait dengan tugas dan fungsinya, yakni mempertanyakan kebijakan dan program Danny Pomanto selaku Wali Kota Makassar.

 

“Hak Pak Supratman itu dilindungi undang-undang selaku anggota DPRD. Atas sikapnya itu dia tidak bisa diproses hukum karena menjalankan mandat undang-undang,” tegas Herman Kajang pada pojoksulsel.com, Rabu (24/5/2017).

Lebih lanjut Herman menyebutkan, persoalan kritikan Supratman selaku anggota DPRD Makassar harus didudukkan pada porsinya. Menurut dia, wajar anggota DPRD mengomentari tentang program Pete-pete Smart, termasuk persoalan penggunaan anggarannya. Pihak DPRD bis amenunjukkan kalau program ini ada dalam APBD tahun 2016 dan 2017, tapi menurut pihak Wali Kota Danny Pomanto program ini tidak menggunakan APBD tapi dana pribadi.

“Kalau pembuatan Pete-pete Smart itu menggunakan dana pribadi, artinya anggaran itu masih ada, tidak terganggu. Jadi sebenarnya tak perlu panjang lebar dimasalahkan. Nantinya anggota DPRD juga akan bahas realisasi anggaran 2017, di situ akan dicek kebenarannya apa dibelanjakan atau tidak,” terang Herman.

Di sisi lain, Herman meminta Pemkot Makassar dalam hal ini Wali Kota Danny Pomanto tidak anti kritik, karena kritik itu dinilai menyehatkan. Apalagi, hanya karena kritik kemudian menempuh jalur hukum. Justru yang dilaporkan ke polisi adalah anggota DPRD yang memiliki hak imunitas untuk melakukan pengawasan.

“DPRD itu tempatnya memang mengkritik pemerintah. Kopel kayaknya berkali-kali mengkritik Pak Wali, tidak pernahji dipolisikan. Atau jangan-jangan ada sesuatu di balik kasus ini yang publik tidak boleh tahu,” pungkasnya.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds