Kenapa Stadion Mattoanging Tidak Dibiayai Pemerintah?

Spanduk panjang bertuliskan 'Haram Hukumnya Lawan Menang di Mattoanging' dibentangkan suporter PSM sebagai bentuk dukungan dan penegasan agar PSM harus mempertahankan kemenangan di Stadion Mattoanging Makassar. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

Spanduk panjang bertuliskan 'Haram Hukumnya Lawan Menang di Mattoanging' dibentangkan suporter PSM sebagai bentuk dukungan dan penegasan agar PSM harus mempertahankan kemenangan di Stadion Mattoanging Makassar. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Stadion Andi Mattalatta Mattoanging adalah satu-satunya stadion yang ada di Makassar. Saat ini menjadi homebase PSM Makassar untuk Liga 1 musim 2017.

Stadion berkapasitas 15 ribu penonton ini dibangun tahun 1957, pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-4 yang digelar di Makassar.  Setelah itu, pengelolaannya diserahkan kepada KONI.

Lalu dibentuklah Yayasan Olahraga KONI yang berfungsi merawat venue peninggalan PON ke-4.

Saat kepemimpinan Andi Matalatta sebagai ketua KONI Sulsel pada tahun 1977, Yayasan Olahraga KONI berubah nama menjadi Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS).

Saat ini, kondisi Kompleks Olahraga Andi Mattalatta Mattoangin Makassar sudah tidak sesuai standar Nasional, termasuk Stadion Mattoanging.

Terakhir kali Stadion Mattoanging dipugar, saat PSM Makassar mewakili Indonesia di Piala Champion Asia tahun 2004. YOSS selaku pengelola tidak melakukan perbaikan berarti, hanya sekadar perawatan saja.

Anggota komisi C DPRD Sulsel, Armin Mustamin Topputiri hadir sebagai pembicara pada diskusi publik bertajuk Stadion Mattoanging Milik Siapa, yang digelar Forum Bersama (Forbes) Wartawan Olahraga di Chetengan Cafe, Jalan Mongonsidi, Makassar, Selasa (23/4/2017).

Ia mengatakan, Stadion Mattoanging dan seluruh venue yang dikelola YOSS memang tidak ada bantuan anggaran dari pemerintah.

“Perjanjian awal, untuk pengelolaan seluruh veneu di Sulsel diserahkan ke YOSS berdasarkan rekomendasi KONI,” kata Armin.

Dia menjelaskan, seluruh venue yang dikelola YOSS adalah aset pemerintah dan tidak boleh dikomersilkan. “Ini ada aturannya, dan pemerintah tidak bisa bantu karena karena ada di dalam YOSS,” katanya.

Sebab, kata dia jika aset yang dikelola yayasan tidak bisa dibantu anggaran baik APBN ataupun APBD karena akan terjadi anggaran ganda. “Ini bisa jadi temuan dan menyeret anggota dewan, karena akan ada anggaran ganda,” jelas Armin.

Untuk itu, jika Stadion Mattoanging ingin mendapat bantuan dari Pemerintah maka YOSS harus mengembalikan aset tersebut kepada pemerintah.

“Kita akan kumpulkan data untuk menjadi dasar pemanggilan YOSS, Dispora Sulsel, KONI Sulsel, dan Pemprov. Agar masalah ini bisa selesai dan aset itu dikembalikan ke pemerintah,” katanya.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds