Kekecewaan Legislator Tak Kebagian Kursi di MAC Expo 2017

Ketua Fraksi Hanura Shinta Mashita Molina

Ketua Fraksi Hanura Shinta Mashita Molina

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sejumlah anggota DPRD Makassar merasa tersinggung saat menghadiri pembukaan Makassar City (MC) Expo 2017, di Anjungan Pantai Losari Makassar, Jalan Penghibur, 22 Mei 2017 lalu.

Hal itu dikarenakan sebanyak 9 anggota DPRD Makassar yang menghadiri pembukaan atas undangan walikota Makassar, mengaku tak mendapat kursi oleh panitia penyelenggara. Kekecewaan itu disampaikan Ketua Fraksi Hanura Shinta Mashita Molina.

 

“Di acara sebesar itu, kursi untuk kami saja tidak ada. Padahal kami datang di sana itu diundang loh,” ujar Shinta Mashita Molina saat ditemui di ruang komisi D DPRD Makassar, Selasa (23/5/2017).

Ketersinggungan bertambah saat Shinta yang hadir bersama anggota DPRD lainnya, seperti Melani Mustari, Haslinda, Fatma Wahyudin, Jufri Pabe, Abdi Asmara, Amar Busthanul, Busranuddin Baso Tika dan Fasruddin Rusli bahkan tidak disebutkan dalam sambutan oleh MC kegiatan tersebut.

“Dalam acara sebesar itu, tidak sedikitpun ada disinggung bahwa kami (anggota DPRD makassar) juga hadir disitu. Bukannya saya bilang kami harus dihargai, tapi minimal lembaga kitalah yang dihargai,” ungkapnya.

Ia bahkan merasa jika kehadirannya di acara tersebut, bersama sejumlah anggota DPRD Makassar lainnya seolah tidak diharapkan kehadirannya.

“Kami mungkin memang tidak diharapkan hadir disana. Kalau memang tidak perlu kerjasama dengan dewan, yaudah bubarkan aja ini DPR,” katanya.

Ia bahkan terus menegaskan bahwa kehadiran dewan di acara tersebut untuk menghargai undangan resmi dari pemerintah kota. Namun, Ia tak menduga akan menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dan cenderung merendahkan isititusi dewan sebagai wakil rakyat.

“Saya tidak tahu apa mereka lupa. Tapi perlu belajar lagi itu kepala protokolernya disana, belajar kembali untuk bisa menghargai orang,” jelas Shinta.

“Mereka kan bisa berkoordinasi dengan protokol dewan. Mereka kan yang mengundang, mereka yang mengatur,” tambahnya.

Menurutnya, DPRD seluruh Indonesia memiliki aturan susunan dan kedudukan protokoler, saat mengikuti agenda acara yang sifatnya formal.

“Aturan portokoler itu jelas, mulai dari sambutan hingga tempat duduk itu diatur. Kalau tidak paham itu, ya udah ganti. Cari yang berpengalaman, cari yang bisa membaca aturan,” tegasnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …