Terdakwa Korupsi Pembebasan Lahan Bandara Hasanuddin Meninggal di Lapas

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Terdakwa kasus dugaan korupsi lahan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Raba Nur, meninggal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (22/5/2017).

Kepala Lapas Klas I Makassar Marasidin Siregar mengatakan terdakwa merupakan tahanan titipan majelis hakim Tipikor, Pengadilan Negeri Makassar sejak tanggal 15 Agustus 2016 lalu. Terdakwa merupakan Kepala Desa Baji Mangai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulsel.

Dia menjelaskan, kematian terdakwa terkait penyakit diabetes melitus yang telah dideritanya sejak lama.

“Terdakwa ini meninggal pukul 01.30 Wita dinihari tadi. Dan sudah kami serahkan kepada keluarganya untuk disemayamkan di rumah duka,” kata Marasidin Siregar, Senin (22/5/2017) siang tadi.

Marasidin Siregar mengungkapkan, terdakwa telah dirawat di Klinik Kapas Klas 1 Makassar sejak tanggal 15 Mei lalu. Sejak mendapatkan perawatan medis tersebut, terdakwa didampingi oleh keluarganya mulai dari pagi sampai malam hari.

Sementara itu, Dokter Lapas Makassar, Vonny Ramli membenarkan kematian Raba Nur yang terkait dengan diabetes melitus.

Vonny Ramli mengatakan, menurur keterangan pihak keluarga bahwa terdakwa telah menderita riwayat penyakit diabetes melitus, jauh sebelim ditetaokan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin.

Bahkan selama menjadi tahanan titipan fo Lapas Klas I Makassar, terdakwa sempat beberapa kali dirawat karena keluhan seputar diabetes. Antara lain lemas dan tekanan darah rendah, juga batuk dan pusing. Tahanan titipan ini juga secara rutin mengecek gula darah

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds