Parepare Bukan Lagi yang Dulu

Walikota Parepare Taufan Pawe

Walikota Parepare Taufan Pawe

HASIL Pembangunan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam tiga tahun terakhir bagaikan magnet bagi masyarakat lokal maupun luar daerah. Tidak sedikit yang penasaran ingin menikmati hasil karya dari Pemkot Parepare.

Pembangunan insfratruktur yang bernilai estetika yang di bangun pemerintah daerah menjadi ikon baru di kota tempat kelahiran ‎Presiden ke-3 BJ Habibie, itu.

Walikota Parepare, H.M Taufan Pawe mengatakan capaian Pemerintah daerah, baik dari aspek insfratruktur maupun pada sistem pelayanan tidak lepas dari dukungan seluruh kalangan.

Taufan menegaskan kota yang dipimpinnya bukan lagi Parepare yang dulu, namun Parepare kini menuju peradaban yang jauh lebih baik.

Taufan juga mengungkapkan bahwa raihan selama ini adalah bentuk semangat pengabdian jajaran pemerintah kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), bukan semangat kekuasaan.

“Kita punya semangat itu. Saya yakin masyarakat Parepare memahami bahwa pemerintah dan wakil rakyat memiliki tujuan untuk mensejahtrakan,”terang Taufan Pawe. Senin (22/5/2017).

Dan yang takkalah pentingnya, kata Taufan, hasil pembangunan yang ada saat ini adalah bukti bahwa masyarakat Parepare mendukung hasil itu.

“Kami sangat menghargai dukungan seluruh lapisan masyarakat. Karena memang pembangunan ini untuk rakyat,”kata dia.

Salah seorang warga Parepare, Sudirman, mengakui pembangunan di Parepare ‎menujukkan perubahan signifikan. Tingkat kesejahtraan masyarakat pun mengalami perubahan.

“Buktinya banyak yang membuka usaha-usaha semacam warkop dan lain-lain. Parepare juga kini jadi kota tujuan banyak warga luar daerah yang datang. Wajar kalau setiap ada eve‎n masyarakt berbondong-bondong,”katanya.

‎Salah seorang pedagang keliling, Nurdin, mengaku, usaha sehari-harinya itu kini berkembang. Dia tak perlu lagi berkeliling kota bahkan sampai didaerah tetangga hanya untuk menjual dagangannya.

“Sekarang lapangan sudah ramai, sering banyak acara even-even. Dimana-mana ada kegiatan, jadi tinggal pasang stan saja ditempat keramaian. Banyak pembeli dari luar kota juga,”ungkapnya.

Kabag Humas dan protokoler Pemkot Parepare, Amarun Agung Hamka, mengungkapkan, Pemerintah kota memang menerapkan teori telapak kaki untuk meningkatkan hasil pendapatan.

“Dalam menghidupkan perekonomian, pak wali kota menerapkan teori telapak kaki. Artinya kami membangun insfratruktur yang bisa menjadi daya tarik masyarakat luar sehingga pendapatan pelaku usaha masyarakat kita hidup. Lapangan kerja baru juga terbuka,”ungkap Hamka. (sps/pemkotpare/pojoksulsel)



loading...

Feeds