86 Ribu Bungkus Gula Rafinasi Sari Wangi Gagal Beredar di Masyarakat

Tim Satgas Ketahanan Pangan Sulsel menemukan 86.600 bungkus plastik berat 1 kilogram gula rafinasi atau 86,6 ton, di gudang distributor UD Benteng Baru, Jalan Ir Sutami nomor 8, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu (20/5/2017) lalu. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Tim Satgas Ketahanan Pangan Sulsel menemukan 86.600 bungkus plastik berat 1 kilogram gula rafinasi atau 86,6 ton, di gudang distributor UD Benteng Baru, Jalan Ir Sutami nomor 8, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu (20/5/2017) lalu. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Tim Satgas Ketahanan Pangan Sulsel menemukan 86.600 bungkus plastik berat 1 kilogram gula rafinasi atau 86,6 ton, di gudang distributor UD Benteng Baru, Jalan Ir Sutami nomor 8, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu (20/5/2017) lalu.

Gula rafinasi kemasan siap didistribusikan tersebut sudah dikemas di kardus. Tim Satgas Ketahanan Pangan berhasil menyegel 5.394 dos berisi gula rafinasi.

 

“4.819 dos, masing-masing dos berisi 15 bungkus. Dan 575 dos, masing-masing dos berisi 25 bungkus,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, Senin (22/5/2017).

Dicky Sondani mengatakan, gula rafinasi yang dikemas dalam bungkusan plastik 1 kilogram ini bermerek Sari Wangi. Gula rafinasi ini diperoleh perusahaan Distributor UD Benteng Baru dari produsen PT Makassar Tene.

Mantan Kasat Sabhara Polda Kepri itu mengungkapkan, Kementerian Perdagangan hanya mengeluarkan izin edar gula rafinasi kepada industri makanan dan minuman.

Sehingga distributor UD Benteng Baru telah melanggar UU perdagangangan, karena telah mengedarkan gula rafinasi kepada untuk dipasarkan secara umum.

“Apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak di masyarakat, dapat mengakibatkan osteoporosis, diabetes, bahkan sampai pada kanker,” ujar Dicky Sondani.

Dicky Sondani mengatakan, distributor mematok harga Rp11.400 kepada penjual pertokoan maupun ke pasar retail. Omzet untuk 86,6 ton gula rafinasi tersebut sebesar 987 juta lebih.

Gula rafinasi ini telah dipasarkan dibeberapa daerah di Kawasan Indonesia Timur (Sulsel). Di antaranya, Sulsel, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Provinsi Papua dan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Selain 86.600 bungkus plastik kemasan 1 kilogram, Tim Satgas Ketahanan Pangan Sulsel menyegel 5.000 ton gula rafinasi yang disimpan dalam gudang UD Bintang Baru

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …