Sudah Tersungkur, Taruna Akpol Tetap Dihajar dan Disiram Air

Muhammad Adam, taruna Akpol yang tewas di tangan seniornya REPRO FEDRIK TARIGAN/Jawa Pos/JPNN.com

Muhammad Adam, taruna Akpol yang tewas di tangan seniornya REPRO FEDRIK TARIGAN/Jawa Pos/JPNN.com

POJOKSULSEL.com – Tewasnya Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat II Mohammad Adam membuat Polda Jawa Tengah bekerja maraton untuk mengungkap para pelaku.

Hasilnya, Polda Jawa Tengah telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan hingga tewasnya Adam.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menceritakan, betapa sadisnya para taruna Akpol Tingkat III menghajar Muhammad Adam yang masih tingkat II hingga akhirnya tewas.

Dari keterangan tersangka dan saksi, diketahui kejadian bermula pada Rabu (17/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

“Saat setelah apel malam di depan ruang makan Brigdatar MKL diberitahu oleh Brigtutar RLW bahwa taruna tingkat II berkumpul di Flat A Graha Taruna Detasemen Tingkat III,” kata Martinus, Minggu (21/5/2017).

Mengetahui bahwa tempat taruna tingkat III ditempati taruna tingkat II, Brigdatar MKL bersama rekannya satu angkatan merasa marah. Lalu pada pukul 24.00 WIB taruna tingkat II yang ada di Flat D Graha Taruna Tingkat II dibawa menuju Flat A.

Di antara sejumlah taruna tingkat II itu salah satunya adalah korban yakni Muhammad Adam. “Pada pukul 00.45 WIB, mereka (taruna tingkat II) diberi tindakan fisik oleh Taruna Tingkat III, disertai dengan tindakan kekerasan berupa pemukulan, baik dengan tangan kosong maupun menggunakan alat,” sambung dia.

Kemudian pada pukul 01.30 WIB Brigtutar CAS memanggil korban. Lalu korban dipukul menggunakan tangan kosong sebanyak satu kali ke arah dada atau ulu hati.

“Korban kesakitan hingga korban menunduk berlutut dan mengeluh kesakitan sambil memegang dada dengan kedua tangannya. Namun korban tetap dipukul hingga lebih dari lima kali sampai korban jatuh tersungkur di lantai,” tambahnya.

Korban ketika itu pingsan dan dicek kesehatannya oleh kakak tingkat yang memukulnya. Korban bahkan sempat diguyur air mineral di wajahnya, tapi tak sadarkan diri.

Kemudian korban dibawa keluar gudang agar dapat udara segar. Tapi korban tak juga sadarkan diri. Korban lantas dibawa ke kamar A3 melalui kamar mandi untuk diberikan pertolongan dengan cara dada ditekan dengan tangan sebanyak 30 kali dan ditiup di mulut sebanyak dua kali. “Akan tetapi korban tetap tak sadarkan diri,” ucap dia.

Kemudian pada pukul 02.20 WIB, Brigtutar CAS melapor ke Pawas AKP Agung Basuni dan diteruskan ke Pawasden Taruna Tingkat III AKP CFR. “Pukul 02.30 WIB korban dibawa ke RS Akpol untuk mendapat tindakan medis. Sesampai di RS Akpol, korban dinyatakan meninggal dunia,” cetusnya.

(elf/jpg)



loading...

Feeds