Ketika Akbar Tanjung Khawatir dengan Nasib Golkar, Ini Katanya…

Akbar Tanjung. Foto: dok jpnn

Akbar Tanjung. Foto: dok jpnn

WAKIL Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung khawatir dengan kondisi partainya saat ini. Sebab, elektabilitas partai beringin itu katanya semakin turun sejak era kepemimpinanya usai.

“Elektabilitas Golkar saya baca turun lagi. Trennya turun,” ujarnya dalam diskusi bertajuk ‘Refleksi 1 Tahun Partai Golkar Kepemimpinan Setya Novanto’ di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta, Minggu (21/5/2017).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu takut, jika elektabilitas menurun, partainya tidak ada lagi di tiga besar dalam Pemilu 2019 mendatang. “Kalau terjadi penurunan lagi, berbahaya betul bagi Partai Golkar, masih bisa nggak kita temukan posisi nomor dua. Kalau begini trennya berbahaya. 2018, 2019 harus jadi pertimbangan betul,” tegasnya.

Untuk itu menurut Akbar, Partai Golkar harus menggunakan waktu yang tersisa untuk melakukan perbaikan. “Memang kalau ada kekurangan di intern, mengapa tidak untuk kita perbaiki. Partai yang jadi andalan kita. Partai Golkar kita perbaiki ke depan,” sarannya.

Golkar, lanjut dia, betul-betul harus menjadi kekuatan politik dimana salah satu cita-citanya mewujudkan reformasi produk MPR pada 1998. Salah satunya yakni mendukung pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). “Harus diperlihatkan Golkar komit melakukan pemberantasan KKN,” ucap Akbar.

Tidak dipungkiri, dengan disebutnya Ketua Umum Golkar Setya Novanto dalam kasus e-KTP, tentunya memengaruhi elektabilitas partai saat ini. “Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu pada Novanto. Besok Rapimnas mudah-mudahan  momentum digunakan untuk langkah baru hadapi politik ke depan,” harapnya.

Dia juga meminta supaya konsolidasi dan komunikasi benar-benar diwujudkan. Sebab, meskipun Setya Novanto sudah melakukan komunikasi berkeliling daerag saat ini, hal itu tidak mempengaruhi soliditas partai.

Contohnya, hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2016 tidak didistribusikan secara total. Bukan hanya kepada akar rumput, bahkan di antara senior Partai Golkar.

“Kami di Dewan Kehormatan, Dewan Pembina, kita brlum dapatkan putusan DPP bagaimana posisi lembaga, bagaimana mekanisme kerjanya. Hal-hal apa yang dikaitkan keputusan munas terutama kewenangan tiga lembaga ini,” pungkas Akbar.

(dna/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds