Gunakan Medsos, Perempuan Harus Lebih Bijak

Ilustrasi

Ilustrasi

PERJUANGAN Raden Ajeng Kartini sudah mewujudkan kesetaraan perempuan di era modern saat ini. Perempuan modern dan generasi millenial saat ini jauh lebih kritis karena hidup di tengah gempuran media sosial. Perempuan makin kreatif dan menunjukkan kemampuan diri dengan terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Psikolog Klinis Universitas Indonesia (UI) Ratih Ibrahim menjelaskan semua perempuan millenium memerlukan media sosial. Sosok Kartini sebagai perempuan penggerak menjadi teladan bagi kebangkitan perempuan. Ratih menilai, mendidik perempuan adalah mendidik bangsa.

“Hanya pada perempuan anak-anak dititipkan di dalam rahim ibunya. Kalau ibunya enggak care, saat keluar anaknya enggak akan optimal,” ungkap Ratih saat menjadi narasumber di acara Kartini Millenial, Sabtu (20/5/2017).

Karena itu, lanjutnya, salah satu yang wajib dilakukan para perempuan millenial adalah menggunakan media sosial dengan bijaksana. Berdasarkam survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet sudah mencapai 132,7 juta. Sebanyak 48,2 persen dari total jumlah itu adalah perempuan.

“Saat ini baik tua, muda, wanita dan semua orang lebih suka mengakses media sosial dan internet dibanding televisi. Perempuan misalnya kini lebih suka mengakses,” ungkap aktivis perempuan anti-hoax ini.

Ratih menjelaskan perempuan yang bahagia akan menghasilkan keturunan berkualitas premium. Menurutnya, para ibu harus bisa mengajak anak berkomunikasi agar bijak menggunakan media sosial.

“Sebagai perempuan modern, perempuan punya tugas multiperan. Kalau dulu hanya peran tradisional yakni jadi ibu dan jadi istri. Hanya perempuan bahagia yang bisa mendidik anak bangsa. Termasuk mendidik anak menggunakan media sosial termasuk mencegah hoax,” tegas Ratih.

(cr1/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds