MARHABAN YA RAMAdan: Esensi Puasa Ramadan

KH Bachtiar Nasir

KH Bachtiar Nasir

KETIKA jasad dilaparkan sebetulnya ruh yang sedang dikenyangkan. Ketika jasad yang dikontrol sebenarnya ruh yang sedang dikuatkan. Ketika jasad diistirahatkan sejatinya ruh yang sedang dibahagiakan, yang selama ini terlupakan. Itulah esensi puasa di bulan Ramadan.

Ada yang berbeda antara qalbu dan bejana. Bejana jika penuhi dengan benda-benda maka akan semakin sempit. Namun, qalbu semakin diisi iman maka akan semakin lapang. Maka fahami esensi diri kita sendiri.

Lapang dan sempit kehidupan seseorang tergantung alam qalbu. Bagi yang alam qalbunya sempit maka akan sempit pula kehidupannya, meskipun tinggal di rumah yang luas dan mewah. Akan tetapi, alam qalbu yang lapang maka dimanapun berada pasti kelapangan yang selalu didapatkan.

Bulan Ramadan segera tiba. Inilah bulan yang menjadi solusi atas semua permasalahan hidup. Kita cuma diminta iman setelah bertaubat kepada Allah SWT. Umat Islam hanya diminta untuk mengerjakan amal shaleh setelah taubatan nasuha dan beriman kepada Allah SWT.

Orang-orang yang telah bersyahadat dengan iman mampu melapangkan qalbunya. Maka ia mampu menyelesaikan tekanan-tekanan batin dalam jiwa dengan iman. Karena iman itu mampu memberikan efek aman dalam jiwa seseorang. Rasa aman itu adalah sebuah keyakinan terhadap Allah SWT.

Orang yang telah lapang qalbunya tahu bahwa Allah itu ar-Razzak tidak pernah keliru memberikan rezeki dan selalu persis pemberiannya dengan yang kita butuhkan. Maka hamba yang demikian akan tenang hidupnya dalam mencari rezeki. Orang yang telah lapang qalbunya akan diangkat darinya al-Khauf dan al-Khazn (Rasa cemas dan rasa gelisah). Karena jika dua penyakit ini ada dalam diri manusia maka dia akan takut menghadapi hari esok dan cemas terhadap masa lalu.

“Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Al-Hasyr: 9)

Perhatikan orang yang berkarir dengan dunia oriented. Telah mendapatkan untung satu juta masih ingin satu miliar, punya mobil tapi masih ingin pesawat dan begitulah seterusnya, tidak ada kepuasan di dalamnya.

Masih banyak orang yang ingin bahagia tapi tidak keluar dari lingkaran setan. Ingin bahagia tapi yang dicari adalah uang. Ingin kehormatan tapi yang diincar adalah jabatan. Ingin berkuasa namun yang dicari adalah kedudukan.

Mencari kebahagiaan, kehormatan, dan jabatan dengan barometer dunia adalah kekeliruan. Dunia itu fana dan apapun yang di dalamnya pasti sesaat juga karena hina.

“Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu[22] lebih baik dan lebih kekal..” (Q.S al-A’la:17-18)

Jika ingin sukses dunia dan akhirat hanya satu kata kuncinya yaitu, takwa. Takwa itulah yang menjadi out put puasa Ramadhan (Laallakum tattaquun).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Dengan modal iman baru bisa shiam (Puasa) dan lewat proses puasa itu kita bisa mendapatkan out put yang namanya takwa. Takwa inilah yang menjadi kunci surge dunia dan akhirat. Puasa atau Shaum artinya imsak, self control, atau pengendalian diri.

Orang-orang beriman juga dihibur dalam ayat ini. Seakan Allah SWT mengatakan kepada orang beriman, “Kalau sekarang kamu lapar dan haus ketahuilah, orang terdahulu juga merasakan hal yang sama”.

Akan tetapi, jika ingin lebih progresif lagi pemaknaanya harus difahami perintah puasa itu. Dari masa ke masa sejak Nabi Adam AS membutuhkan yang namanya syariat shaum. Karena dari masa ke masa itu semua manusia menginginkan kesuksesan dunia akhirat.

Seperti yang telah dijelaskan tadi bahwa kebahagiaan, kesuksesan, kehormatan, dan kekuasaan hanya satu kata kuncinya yaitu, takwa.

Sementara Shiam adalah salah satu jalan yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk mencapai peridikat takwa. Orang yang selalu jujur dengan keimanan dan percaya akan janji Allah SWT maka dia akan menjadi orang yang sukses. Yang perlu dikendalikan adalah syahwat dan emosi.

Di dalam puasa ada senjata yang efektif yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit jiwa yang membuat hidup sesak dan sengsara. Dalam puasa juga jalan yang efektif bagi orang yang ingin karirnya melintang. Makna lain dari “diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian…” adalah agar umat Nabi

Muhammad SAW bisa lebih unggul dari umat-umat terdahulu. Karena kita bisa belajar dari penyebab kenapa orang terdahulu ada yang puasanya sukses da nada yang tidak.

Ada seorang sahabat tangguh yang datang kepada Rasulullah SAW. Sahabat itu bertanya, “Ya Rasulullah! Apakah kita bisa mengalahkan Bani Israel?” beliau menjawab, “Memangnya kenapa?”. Sahabat menjawab, “Di antara mereka selama seribu bulan ibadah malamnya tidak pernah putus, kondisi jihad siaga satu tidak pernah putus, zikir tidak pernah putus, dan kebajikan lain yang tidak pernah putus selama seribu bulan. Mana mungkin kita bisa mengalahkan ibadah Bani Israel?”.

Maka turunlah surat al-Qadr yang mengabarkan bahwa dalam bulan Ramadhan ada satu malam yang jika beribadah di dalamnya maka lebih utama dari seribu bulan.

Karena sebentar lagi pintu surga akan dibuka dan pintu neraka akan ditutup serta setan-setan akan dibelenggu. Setelah iman, ada empat yang harus dimiliki sebelum memasuki bulan Ramadan.

Pertama, qalbu yang berbahagia, kedua fisik yang sehat, ketiga harta yang halal, dan keempat adalah ilmu tentang shaum.

(Muhajir/Disarikan dari ceramah KH Bachtiar Nasir)



loading...

Feeds

politik sulsel, pemilu 2019, kpu maros, ppk maros, tes ppk maros

114 Calon PPK Maros Ikut Ujian Tulis

POJOKSULSEL.com MAROS – Sebanyak 144 calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Maros mengikuti tes tertulis di Gedung Serbaguna …