Banyak Kasus di Pendidikan Akpol, Korban Tutup Mulut Demi…

Muhammad Adam, taruna Akpol yang tewas di tangan seniornya REPRO FEDRIK TARIGAN/Jawa Pos/JPNN.com

Muhammad Adam, taruna Akpol yang tewas di tangan seniornya REPRO FEDRIK TARIGAN/Jawa Pos/JPNN.com

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane membeberkan kalau banyak kasus yang terjadi selama ini di pendidikan akademi kepolisian (Akpol) Semarang.

Sebetulnya banyak persoalan buruk lainnya yang dialami para taruna di Akpol. Namun mereka dan keluarga berusaha bungkam demi mengejar impian, supaya dirinya atau anggota keluarganya menjadi salah satu perwira di tubuh korp Bhayangkara tersebut.

Menurut Neta S, selama ini pihaknya kerap mendapat laporan tentang adanya taruna yang melarikan diri atau kasus dugaan pelecehan seksual.

“Namun setiap kali dipersoalkan IPW pejabat berwenang selalu membantahnya,” ujar Neta dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (19/5/2017).

Ungkap Neta, korban dan keluarga juga selalu tutup mulut karena khawatir akan dikeluarkan dari Akpol, jika buka mulut. Bahkan ada taruna yang sudah tidak kuat untuk menjalani pendidikan di Akpol, keluarganya tetap memaksa bertahan.  “Memang jumlah kasus kasus seperti itu tidak signifikan jumlahnya tapi tetap mengganggu profesionalisme pendidikan di Akpol,” katanya.

Dengan adanya kasus kematian Adam sudah saatnya Polri dan Akpol membuka diri dan membuka secara transparan apa sesungguhnya yang terjadi di lingkungan Akpol.

Para mantan Gubernur Akpol juga harus mau bicara jujur ke internal Polri tentang apa yang pernah terjadi di lingkungan Akpol, terutama yang menyangkut sikap prilaku para taruna, dan sebagian anak anak jenderal. “Sehingga bisa dilakukan pembenahan dan kasus kekerasan, seperti yang menyebabkan tewasnya Mohammad Adam tidak terulang lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, Brigdatar Mohammad Adam taruna Akpol meninggal dunia pada Kamis dini hari sekira pukul 02.30 WIB. Diduga Adam menjadi korban pengeroyokan oleh para seniornya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Djarod Padakova mengaku pada jenazah Adam ada bekas luka lebam di bagian dada dan jari tangannya. Sehingga dia menduga ada luka lebab itu di bagian dada menimbulkan kerusakan pada kedua paru-paru korban.

(cr2/JPG)



loading...

Feeds

Walikota Palopo Judas Amir saat menerima predikat WTP dari BPK

Kota Palopo Pertahankan Predikat WTP

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Palopo kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Wali …
Kantor BNI Poso yang ambruk akibat gempa berkekuatan 6,6 SR mengguncang Kabupaten Poso, Sulteng. IST

Kantor BNI Poso Ambruk Diguncang Gempa

POJOKSULSEL.com, POSO – Gempa bumi berkekuatan 6,6 RS yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (29/5/2017) malam, menyebabkan Kantor …
berita bola, berita makassar, berita sulawesi selatan, berita terbaru, berita terbaru makassar, berita terkini, berita terkini makassar, bola terkini, kartu merah wasit, makassar, pojok sulsel, pojoksulsel.com, sulawesi selatan, sulsel, wasit argentina ditembak mati, wasit ditembak mati

Seperti Ini Kualitas Wasit Indonesia

POJOKSULSEL.com – George Cumming, konsultan wasit asal Skotlandia, yang didatangkan PSSI menyebutkan, seorang wasit yang bisa memimpin laga dengan baik, …